Tech & Auto

3 Teknologi Pendeteksi Covid-19 Super Canggih

3 Teknologi Pendeteksi Covid-19 Selain Rapid Test Yang Anda Harus Tahu

Selain swab test dan rapid test, kini dibuat juga beberapa jenis pendeteksi Covid-19 juga dapat berupa alat-alat digital berteknologi modern. Penciptaan peralatan yang mampu mendeteksi Covid-19 ini bertujuan untuk mempermudah proses deteksi yang konvensional dan agar lebih banyak orang yang mendapatkan vaksin Covid-19 jika memang belum pernah terkena penyakit ini.

Selama ini, proses deteksi melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memiliki tingkat akurasi tertinggi. Pemerintah berharap penemuan teknologi semacam ini mampu mengurangi ketergantungan terhadap PCR yang telah menjadi standar dalam hal pendeteksian Covid-19.

Teknologi yang Hadir Sebagai Pendeteksi Covid-19

Teknologi ini hadir melalui kerja sama yang baik antar peneliti. Merebaknya virus corona pada awal 2020 membuat beberapa kalangan berinovasi demi pencegahan transmisi virus yang sangat cepat.

Salah satunya melalui deteksi virus agar tidak memunculkan cluster baru yang akan memperparah kondisi saat ini. Apabila seseorang mendapatkan hasil reaktif pada tesnya, maka ia wajib mengikuti aturan dengan pengisolasian mandiri dan pengobatan hingga kembali sehat.

Sebelumnya, peneliti dalam negeri telah berhasil mengembangkan alat rapid test, PCR test kit, hingga ventilator. Hal itu membawa angin segar dalam hal pendeteksi Covid-19 yang sebelumnya mengimport alat dari luar negeri. Selain dampak negatif dari Covid-19, nyatanya dampak positif juga terasa dengan semakin banyak muncul ide cemerlang anak bangsa dalam berinovasi demi bertahan hidup.

Covid-19 telah bermutasi hingga memunculkan varian baru yang berbeda dengan virus corona dari Wuhan, China. Tentu teknologi harus terus berkembang untuk mengadapi tantangan penyebaran Covid-19 ke depannya. B

eberapa varian virus corona bahkan menunjukkan bahwa varian baru virus corona mudah menyebar hingga 70%. Dengan transmisi yang secepat itu, tentu membutuhkan alat yang dapat mendeteksi lebih cepat sehingga penularan dapat ditanggulangi.

Bagaimana teknologi berperan dalam mendeteksi Covid-19? Berikut pembahasannya :

1. Genose

Genose
Genose

Alat yang memiliki nama Genose ini merupakan sebuah teknologi pendeteksi Covid-19 yang mendeteksi virus melalui hembusan napas. Alat ini ditemukan oleh dua ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Kuwat dan Dr. Rian.

Alat ini diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih akurat dan lebih cepat daripada tes sebelumnya. UGM juga bekerja sama dengan PT. Hikari dalam proses produksinya karena permintaan pasar akan alat ini yang kian melonjak.

Cara kerja dari Genose ini cukup unik. Ia tidak mendeteksi keberadaan virus dalam napas seseorang secara langsung. Alat ini bekerja dengan mendeteksi senyawa yang dihasilkan oleh seseorang melalui napasnya.

Menurut ketua tim pengembang, yaitu Profesor Kuwat Triyana, mengungkapkan bahwa seseorang yang mengidap Covid-19 memiliki karakteristik yang berbeda. Seorang pengidap Covid-19 umumnya menghasilkan senyawa ethyl butanoate yang lebih banyak daripada manusia yang sehat.

Alat pendeteksi Covid-19 hasil pengembangan dua dosen UGM ini dibanderol dengan harga 62 juta rupiah. Bagi seseorang yang ingin melakukan tes dengan alat ini dapat membayar 15 ribu rupiah untuk sekali tes. Uang tersebut memiliki rincian untuk membayar alat, operator, listrik, dan plastik yang digunakan dalam tes.

2. RT-LAMP

RT-LAMP
RT-LAMP

Berbeda dengan RT-PCR yang telah menjadi standar utama dalam hal pendeteksi Covid-19, RT-LAMP lebih sederhana dan cukup akurat. Meskipun RT-LAMP tidak sebaik pendahulunya, tetapi alat inilah yang paling bisa mendekati RT-PCR.

Selama ini, RT-PCR memiliki kendala dalam hal harga, ketersediaan reagen, hingga ketersediaan fasilitas tertentu. RT-LAMP seolah menjawab semua itu dengan kemudahan penggunaannya yang dapat digunakan oleh laboratorium sederhana.

Menurut LIPI selaku pengembang dari alat ini menyatakan bahwa RT-LAMP dapat menjadi alternatif dalam hal pendeteksi Covid-19. Alasannya adalah karena RT-LAMP memiliki tingkat akurasi yang melebihi rapid tes, dengan harga tak semahal RT-PCR, dan fleksibel dengan fasilitas laboratorium yang ada.

Cara kerja dari RT-LAMP sebenernya tidak jauh berbeda dengan RT-PCR yang telah ada. Metode pendeteksi Covid-19 RT-LAMP menargetkan gen tertentu dari virus untuk kemudian mengaplifikasinya seperti halnya dengan RT-PCR. Hanya saja, metode RT-LAMP ini tidak memakan waktu selama RT-PCR. RT-LAMP hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam. Hingga saat ini belum ada kepastian tentang kapan teknologi ini akan hadir, semua orang masih menantikan kehadirannya.

3. Apple Watch, Pendeteksi Covid-19 Berbentuk Jam Tangan

Apple Watch, Pendeteksi Covid-19 Berbentuk Jam Tangan
Apple Watch, Pendeteksi Covid-19 Berbentuk Jam Tangan

Apakah Anda salah satu pengguna produk dari perusahaan Apple? Meski harganya yang fantastis, hal itu sama sekali tak menghalangi pengguna Apple untuk membeli produknya.

Produk dari Apple memang memiliki kualitas bagus sehingga orang-orang rela merogoh kocek untuk membeli sebuah Iphone keluaran terbaru dari Apple. Selain Iphone, terdapat pula Macbook, Ipod, Airpods, Ipads, hingga jam tangan pintar yang namanya adalah Apple Watch.

Cara kerja deteksi Covid-19 yaitu dengan menggunakan fitur heart-rate, Apple Watch akan menunjukkan detakan jantung yang halus pada pengidap Covid-19. Gejala itu dapat terdeteksi saat seseorang belum merasakan sakit ataupun sebelum melalui pendeteksi Covid-19 secara klinis.

Menurut salah seorang peneliti, detak jantung pengidap Covid-19 berbeda dengan detak jantung orang sehat lainnya. Detak jantung orang yang positif Covid-19 terdeteksi lebih rendah apabila terkomparasikan dengan orang yang medapat hasil negatif pada tes Covid-19. Variabilitas detak jantung terus menerus berubah seiring peradangan dalam tubuh semakin parah. 

Mount Sinai Health System New York melakukan research tersebut. Penelitian ini melibatkan 300 tenaga medis yang mengenakan Apple Watch mulai dari 29 April 2020 hingga 29 September 2020.

Riset ini membantu orang-orang yang tanpa gejala untuk melakukan pendeteksian Covid-19. Hal itu tentu juga akan mencegah penularan Covid-19 dengan cara yang cepat dan efektif.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top