Tech & Auto

Ahmed Muhamed Hijrah ke Qatar

Portal Berita

Masih ingat dengan Ahmed Mohamed, seorang anak yang tahan atas tuduhan teroris karena membawa jam digital ciptaannya ke sekolah?

Ada kabar terbaru tentang anak itu sekarang. Sang anak kini pindah ke Qatar bersama keluarga untuk melanjutkan pendidikannya. Menurut CNN, Ahmed Mohamed mendapatkan beasiswa dari Qatar Foundation.

“Qatar adalah tempat yang keren untuk dikunjungi. Saya suka Kota Doha karena sangat modern. Saya melihat banyak sekolah hebat di sana. Banyak sekolah terkenal seperti di Amerika. Guru-gurunya juga hebat. Saya pikir saya akan belajar banyak dan senang juga,” ungkap Ahmed.

Seperti kita ketahui, setelah ditangkap oleh kepolisian setempat, para netizen dunia langsung membuat gerakan protes dan #IStandWithAhmed berhasil menjadi trending worldwide di Twitter. Kejadian tersebut dikaitkan dengan Islamophobia karena Ahmed yang masih berusia 14 tahun tersebut adalah seorang muslim.

Dalam sebuah interview dengan jurnalis MSNBC, Chris Hayes, Ahmed mengatakan bahwa ia mendapatkan pengalaman yang tak mengenakan. Ia mengaku ditarik keluar kelas oleh kepala sekolah dan lima petugas kepolisian. Ia lalu dibawa ke sebuah ruangan dan diinterogasi selama satu jam setengah.

Ahmed juga mengatakan bahwa dia meminta izin kepada orang-orang tersebut untuk bisa menelepon orang tuanya. Namun, permintaan tersebut ditolak. “Mereka mengatakan kepada saya ‘tidak’, Anda tidak dapat menelpon orang tua Anda,” kata Ahmed.

“Kau tengah diinterogasi saat ini. Mereka bertanya pada saya beberapa kali, ‘Apakah itu bom?’ dan saya menjawab beberapa kali, ‘Ini jam’.”

“Saya merasa seperti seorang kriminal,” kata remaja itu. “Saya merasa seperti seorang teroris. Saya merasa seperti semua nama saya dipanggil.”

Bulan lalu, seorang remaja Muslim asal Texas, Amerika Serikat, ditahan polisi setelah ia memamerkan jam digital yang dibuatnya kepada gurunya. Pihak sekolah melaporkan Ahmed ke polisi setempat karena mengira jam yang dibuat oleh Ahmed itu adalah sebuah bom.

Selain seruan ##IStandWithAhmed, kisah Ahmed ini sampai ke telinga CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Ia menyayangkan insiden ini terjadi kepada Ahmed. Untuk menunjukkan dukungannya kepada Ahmed, Mark pun mengundangnya untuk berkunjung ke markas Facebook.

Tak hanya Facebook, Google pun mengungkapkan pesan serupa. Mereka mengajak Ahmed untuk menghadiri pameran sains yang digelarnya akhir pekan ini. Sedangkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengundangnya ke Gedung Putih.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top