Tech & Auto

Waspada! Deretan Berita Palsu Yang Beredar Terkait WhatsApp

berita palsu hoax whatsapp

Semua pastinya tahu bahwa WhatsApp menjadi salah satu aplikasi chatting yang sangat populer di Indonesia. Hal itu tidak mengherankan jika WhatsApp kerap kali dimanfaatkan oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita-berita palsu. Apakah pengguna whatsapp harus waspada terkait hal itu?

Sejumlah berita palsu yang pernah tersebar di WhatsApp sering meresahkan pengguna. Bahkan baru-baru ini beredar kabar bahwa munculnya status dari WhatsApp bisa mencuri data rekening padahal yang sebenarnya itu tidak berbahaya.

Meskipun sudah diupayakan dengan berbagai cara terkait keamanan, namun tetap saja pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut menemukan celah untuk menyebarkan berita-berita palsu yang bersifat menyesatkan. Lalu, apa saja berita hoax yang pernah muncul terkait WhatsApp? Berikut ini ulasannya.

Daftar berita palsu yang pernah tersebar

Ada beberapa berita palsu yang pernah muncul terkait WhatsApp yang harus diwaspadai pengguna, diantarannya:

1. Munculnya status dari WhatsApp bisa curi data termasuk data rekening bank

berita palsu whatsapp status

Pada akhir Januari 2021 lalu, pengguna WhatsApp dikejutkan dengan munculnya status dari WhatsApp di aplikasi. Adanya status tersebut bertujuan untuk memberikan pengumuman pada pengguna bahwa mereka akan mendapatkan informasi dan fitur baru  melalui status tersebut. Selain itu, status tersebut juga berisikan tentang penegasan ulang bahwa percakapan pengguna akan tetap aman karena terlindungi oleh enkripsi end to end.

Adanya status tersebut bisa dibilang meneruskan informasi dari perusahaan ke pengguna. Meskipun demikian, muncul kabar bahwa status dari WhatsApp tersebut sebenarnya adalah sebuah jebakan yang dibuat oleh scammer untuk mengambil alih rekening bank online pengguna.

Kabar tersebut viral setelah seorang warga Malaysia memposting melalui akun Facebook. Dalam postingan tersebut juga berisikan hasil screenshot program berita dari sebuah stasiun televisi Malaysia yang terlihat sedang membahas tentang WhatsApp.

Setelah dibagikan sekitar 50.000 kali semenjak pertama diupload, postingan tersebut kemudian dihapus karena pihak yang memposting telah mendapatkan penjelasan dari pihak WhatsApp bahwa status tersebut aman. Dia beralasan bahwa postingannya tersebut hanya mengingatkan kepada pengguna mengenai praktik scam di WhatsApp meskipun isinya salah. Orang yang memposting juga telah meminta maaf karena telah menyebarkan postingan yang salah sehingga menimbulkan kecemasan.

2. Kuota internet gratis hanya dengan tekan sebuah tautan

Berita palsu ini tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali. Pada awal tahun 2020 lalu, muncul sebuah broadcast bahwa pengguna bisa mendapatkan kuota internet gratis 20 GB selama 60 hari hanya dengan menekan sebuah tautan. Padahal, broadcast tersebut pernah muncul pada tahun 2018 dengan isi yang sama beserta link tautan yang sama pula.

Jika tautan tersebut di klik, maka akan langsung membuka halaman web yang tampak menyakinkan. Dalam halaman web tersebut, pengguna diminta mengisi sebuah kuesioner untuk mendapatkan kuota gratis untuk seluruh operator. Selain itu, pengguna juga diminta mengisi data diri yang kerap disalahgunakan.

Tidak hanya itu, pernah juga muncul broadcast lainnya yang menawarkan kuota gratis 100 GB untuk semua operator dengan sebuah tautan. Nah, pada pertengahan Januari 2021, broadcast serupa juga beredar dikalangan pengguna WhatsApp. Broadcast tersebut berisi subsidi kuota internet gratis 50 GB dari pemerintah. Seperti sebelumnya, pengguna juga diarahkan ke sebuah link “kuotapandemi.com”.

Apabila pengguna mendapatkan pesan berisikan tawaran hingga sebuah tautan, diharapkan berhati-hati. Jangan pernah menekan link tautan tersebut karena itu salah satu trik penipuan yang berkedok kuota gratis. Penipuan ini bertujuan untuk mencuri data pribadi melalui pengisian kuesioner yang disediakan link tautan tersebut. Selain itu, tautan tersebut juga berisiko membawa virus pada ponsel.

3. Munculnya video martinelli yang bisa meretas ponsel

Pesan yang berisikan pengumuman tersebut sebenarnya sudah beredar lama, namun diedarkan kembali yang bertujuan untuk meresahkan pengguna.

Pesan palsu tersebut mengumumkan tentang akan adanya video berjudul Martinelli yang bisa meretas ponsel dan tidak bisa diperbaiki.

Hingga saat ini, video berjudul Martinelli tersebut tidak juga muncul seperti yang dikabarkan oleh pesan palsu itu.

4. Perbarui WhatsApp Gold berpotensi membawa virus ke ponsel

Di WhatsApp juga pernah beredar kabar bahwa memperbarui WhatsApp Gold akan membawa virus ke ponsel. Kabar tersebut ditujukkan kepada pengguna agar tidak memperbarui WhatsApp. Faktanya, kabar yang beredar tersebut adalah palsu atau hoaks karena tidak pernah ditemukan keberadaan pesan yang berisikan tentang pembaruan tersebut.

Intinya, jangan mudah percaya pada setiap berita-berita terkait WhatsApp yang telah disebarluaskan. Apalagi berita yang isinya panjang dan telah diteruskan berkali-kali ke berbagai pengguna, itu sudah menunjukkan bahwa berita tersebut tidak bisa dibuktikan. Semoga bermanfaat dan selalu waspada.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top