Tech & Auto

Pemilik Mobil Wajib Tahu, Inilah Ciri-ciri Mobil Yang Memerlukan Proses Spooring Dan Balancing

Spooring Dan Balancing

Selama masa Pandemi Covid-19 ini, penggunaan mobil pribadi saat bepergian sangatlah dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kontak dengan orang lain sehingga resiko tertularnya virus Corona ikut berkurang. Nah, sebelum bepergian, sudah seharusnya kita melalukan pengecekan pada kondisi mobil terutama pada kaki-kaki mobil seperti kondisi ban mobil dan wheel alignment (spooring) yang harus dalam keadaan baik. Sudahkah mobil anda di lakukan Spooring Dan Balancing?

Akan tetapi, banyak pemilik mobil terkadang melupakan kegiatan pemeriksaan tersebut. Padahal memeriksa bagian kaki-kaki mobil seperti proses spooring dan balancing pada ban mobil sangat perlu dilakukan. Apabila kita sebagai pemilik mobil melupakan kedua hal tersebut, tentunya bisa menyebabkan sebuah masalah pada mobil, baik sebelum pergi maupun saat berada di perjalanan. Lalu, seperti apa ciri-ciri mobil yang terlihat sangat perlu dilakukan spooring dan balancing? Berikut ini ulasannya.

Mengenal Spooring dan Balancing pada mobil

Semua pemilik mobil pastinya rutin melakukan proses penyelarasan mobil terutama pada ban mobil maupun wheel alignment. Kita semua mengetahui bahwa seringnya melewati jalan dengan struktur yang berbeda-beda bisa membuat settingan roda berubah. Ini terjadi karena roda mengalami kontak langsung dengan permukaan jalan sehingga roda akan mendapatkan efek ketika ban mobil melewati jalanan yang berlubang.

Proses penyelarasan mobil bisa berupa spooring dan balancing dimana kedua hal tersebut merujuk pada istilah perawatan bagian kaki-kaki mobil. Secara umum, spooring dan balancing harus dilakukan setelah penggunaan yang telah mencapai jarak tempuh antara 10.000 sampai dengan 15.000 km.

Spooring bertujuan untuk menyelaraskan posisi roda dan kontaknya dengan permukaan jalan. Hal ini dilakukan agar roda berada pada posisi yang tepat seperti di awal dimana sesuai dengan settingan pabrikan. Selain itu, dengan melakukan Spooring pada mobil dapat mengurangi keausan pada ban sehingga masa pakai ban akan lebih optimal lagi.

Setelah melakukan Spooring, pemilik mobil baru bisa meneruskan ke proses selanjutnya yaitu balancing yang merupakan suatu proses menyeimbangkan distribusi berat yang tidak merata baik pada bagian luar, dalam, titik atas maupun bawah pada roda (ban dan pelek). Balancing sendiri berguna untuk mendapatkan putaran roda yang mulus dan seimbang sehingga saat berkendara akan merasa nyaman.

Ciri-ciri mobil yang perlu Spooring Dan Balancing

Apabila kondisi dari kombinasi roda mobil yang tidak seimbang, kondisi suspensi yang tidak prima, dan pelek yang tidak sesuai maka bisa menyebabkan mobil tidak stabil saat melaju sehingga akan menganggu kenyamanan dalam berkendara. Untuk itu, pemilik mobil sangat perlu untuk melakukan spooring dan balancing agar keselamatan dan kondisi dari ban mobil tetap terjaga dengan baik. Nah, berikut ini ciri-ciri mobil yang sangat perlu dilakukan spooring dan balancing:

1. Bagian roda dan kemudi mobil bermasalah

Dampak serius ketika kondisi kaki mobil (roda)terutama pada ban mobil yang tidak sehat bisa menyebabkan munculnya getaran. Semakin kencang mobil melaju di permukaan jalan, maka getaran akan semakin terasa, terutama dibagian kemudi, lantai dan kabin mobil. Saat mobil melaju di jalanan lurus, getaran akan muncul apalagi jika melewati jalanan yang berlubang maka getaran akan semakin terasa. Getaran tersebut disebabkan roda yang tidak seimbang.

Tidak seimbangnya roda mobil juga akan berdampak pada posisi kemudi yang tidak lurus sehingga dapat menyebabkan mobil terasa menarik ke satu arah ataupun berbelok sendiri.

2. Kondisi keausan dari ban yang tidak rata bahkan botak

Secara umum, tipe keausan pada ban yang menjadi ciri bahwa mobil perlu dilakukan spooring dan balancing ada tiga yaitu:

  • Kondisi keausan ban yang acak dan permukaan ban berbulu.
    Hal seperti ini dapat terjadi karena sudut toe pada roda depan dan belakang tidak sesuai dengan spesifikasi
  • Keausan ban yang terjadi di bagian dalam
    Kondisi ini bisa saja terjadi karena posisi negative camber yang berada di kaki-kaki mobil terlalu besar. Posisi ini bisa dilihat dari sisi bawah mobil. Apabila sisi bawah ban terlalu banyak keluar dibandingkan sisi atas, maka dipastikan kalau negative camber pada roda terlalu besar
  • Keausan ban di bagian luar
    Maksud dari ban mengalami aus di bagian luar ini  merujuk pada posisi ban yang berasa tidak segaris lurus dengan permukaan jalan. Posisi ini juga menunjukkan bahwa ban yang berada pada sisi atas lebih keluar dibandingkan dengan sisi yang bawah.

    Dengan kondisi keausan yang tidak rata tersebut maka bisa menyebabkan bunyi dari telapak yang tidak teratur. Selain itu, kondisi keausan ini bisa memperpendek usia pakai ban mobil.

3. Kondisi ban mobil miring saat parkir dan berjalan

Sebagai alat transportasi, mobil memang digunakan ketika bepergian. Seiring dengan pemakaiannya tersebut, sudut geometri pada kaki-kaki mobil dapat mengalami dua hal, baik itu pergeseran maupun perubahan. Dua hal tersebut tentunya akan mengurangi kenyamanan pengguna dalam berkendara. Bahkan pengguna bisa saja kesulitan dalam mengendalikan mobil karena berubahnya sudut geometri pada kaki-kaki mobil sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

Cara termudah untuk mengetahui apakah sudut geometri tersebut bergeser atau tidak dengan cara mengamati ban mobil ketika parkir. Apabila ban terlihat miring, maka sudut geometri kaki-kaki mobil mulai bergeser. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan merasakan kondisi mobil ketika berkendara. Apabila merasakan mobil seperti miring saat melaju bahkan di jalanan lurus datar sekalipun, maka itu tandanya sudut geometri kaki-kaki mobil bergeser.

4. Bagian kaki-kaki mobil sudah mulai rusak

Kaki-kaki mobil merupakan bagian yang paling penting dari mobil. Apabila bagian tersebut terjadi kerusakan, maka secara otomatis keseimbangan mobil akan terganggu. Komponen pada kaki-kaki mobil harus diganti apabila tingkat kerusakannya sangat parah. Setelah diganti, barulah dilakukan spooring ulang.

Perlu diketahui bahwa pengerjaan spooring dan balancing ini tidak bisa dilakukan sendiri karena proses tersebut memerluikan peralatan yang khusus.  Oleh karena itu, pemilik mobil bisa mendatangi bengkel-bengkel mobil yang tersebar di daerah masing-masing yang tentunya memiliki peralatan khusus spooring dan balancing.

Baca Juga : Melintasi Jalanan Yang Tergenang Air dengan Kecepatan Tinggi Berbahaya

Selain itu, spooring dan balancing bisa dilakukan di bengkel-bengkel yang memiliki tire sales advisor (TSA) yang bersertifikat langsung dari Bridgestone untuk berkonsultasi mengenai kondisi ban dan semua aspek keselamatan terkait ban mobil. Semoga bermanfaat.  

To Top