Tech & Auto

Fakta Bukalapak, Unicorn Pertama IPO Di Asia Tenggara

Fakta Bukalapak, Unicorn Pertama IPO Di Asia Tenggara

Hari ini Bukalapak mencatatkan sejarah setelah melakukan penawaran umum perdana atau IPO (initial public offering). Dengan kode BUKA saham PT Bukalapak.com Tbk tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Berikut beberapa fakta tentang IPO Bukalapak:

Unicorn Pertama IPO Di Asia Tenggara

Inarno Djajadi, Direktur Utana BEI menyatakan bahwa Bukalapak adalah unicorn teknologi pertama di Asia Tenggara yang IPO.

“Pencatatan perdana saham ini juga jadi sejarah sebab perseroan adalah perusahaan unicorn pertama yang melantai di BEI dan bahkan di Bursa wilayah Asia Tenggara,” ujar Inarno dalam sambutan IPO Bukalapak pada, Jumat (6/8/2021).

Rachmat Kaimuddin, Direktur Utama Bukalapak, mengatakan IPO yang dilakukan pihaknya adalah yang terbesar di RI.

“Hari ini merupakan hari bersejarah di mana PT Bukalapak.com Indonesia jadi perusahaan teknologi unicorn pertama yang tercatat di BEI sebagai salah satu penawaran umum perdana terbesar di RI,” kata Rachmad Kaimuddin.

Lihat Juga: Pahami 5 Prediksi Tren e-Commerce Indonesia di 2017 Ini!

Harga Saham Bukalapak Melesat

Saham perusahaan itu melesat hingga 24,7% berselang 30 menit setelah perusahaan mencatatkan penawaran umum. Berdasarkan data perdagangan RTI, hingga pukul 09.34 WIB, saham perusahaan itu berada di level Rp 1.060 per saham. Artinya, harga saham naik 24,71% atau Rp 210 dibanding harga penawaran awal di Rp 850.

Total saham perusahaan itu sendiri yang diperdagangkan sebanyak 375,47 juta unit, dengan total transaksi mencapai Rp 398 miliar. Nilai kapitalisasinya sendiri tercatat hingga Rp 109,25 triliun. Imbasnya, saham Bukalapak terkena penolakan otomatis, karena BEI menetapkan saham dengan rentang harga Rp 200 hingga Rp 5.000 akan dikenai auto rejection.

Raup Modal Rp 21,9 Triliun

Dari penawaran umum perdana saham, unicorn teknologi itu meraup dana Rp 21,9 triliun. Rachmad Kaimuddin mengungkapkan dana tersebut bakal digunakan seluruhnya untuk modal kerja perusahaan maupun anak perusahaan.

“Jadi seperti yang kita uraikan di prospectus ya kalau semua penggunaan dana IPO ini 100 persen akan dimanfaatkan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak atau subsidiary,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berinvestasi di berbagai produk serta layanan untuk meningkatkan profitabilitas, keberlangsungan dan kinerja.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top