Tech & Auto

Google Chrome Blokir ‘FlashAd’

Portal Berita

Juli lalu, Mozilla mengeluarkan kebijakan untuk memblokir iklan berbentuk flash (FlashAd). Hal ini dilakukan untuk  memberikan kenyamanan lebih pada penggunanya. Sebelumnya, pengguna harus menginstall Add Ons berupa AdBlock agar tidak terganggu iklan berbentuk flash.

Kini, Chrome juga mengikuti langkah yang sama. Browser rakitan perusahaan Google ini juga mulai memblokir iklan flash yang tidak berkaitan dengan situs yang anda buka mulai 1 September 2015.

Pada halaman Google+, Sabtu lalu (29/08/2015), Google menyatakan bahwa fitur pemblokiran FlashAd sudah siap diluncurkan.  Fitur ini segera diluncurkan pada 1 September 2015. Dengan update pada Browser, Anda akan dapat mengubah pengaturan Chrome sehingga ia akan secara otomatis memblokir iklan menggunakn flash.

Lalu konten FlashAd yang seperti apa yang diblokir? Dalam laman Google+ resminya, Google memfasilitasi browser untuk menahan iklan baik berupa video atau FlashAd lainnya yang tidak berhubungan dengan site tersebut.

Update ini akan mengurangi konsumsi daya secara signifikan, Anda bisa browsing internet lebih lama sebelum mencari colokan listrik,” tulis Google dalam postingan blognya, dilansir Kompas Tekno.

Memang terbukti, hal ini juga akan membuat baterai laptop Anda menjadi lebih awet, mengingat Chrome memang cenderung membuat daya baterai cepat habis, terutama jika Anda membandingkannya dengan Safari yang ada pada Mac. Tetapi dengan adanya fitur baru ini, diharapkan baterai laptop Anda dapat bertahan lebih lama meski Anda menggunakan Chrome.

Namun, Anda juga masih bisa mengatur secara manual fitur ini dan menonaktifkannya pada opsi setelan (setting) pada browser chrome anda.

Bug dan Malware pada Konten Flash

Selain alasan penggunaan daya laptop yang terkuras akibat FlashAd, memang ada beberapa alasan lain kenapa FlashAd perlu diblokir. Sebelumnya, saat meluncurkan fitur ini dalam bentuk beta pada Juli tahun lalu, Tommi Li, software engineer Google, mengatakan langkah ini juga disebut dapat menghentikan penyebaran malware via iklan Flash, setelah eksploitasi yang memungkinkan peretas mengeksekusi mode berbahaya dari jarak jauh yang terungkap di bulan Juli.

Ini memang salah satu bentuk kewaspadaan setelah kasus pencurian data dari Mozilla oleh spionase Hacking Team pada Juli lalu. Data mereka diretas melalui malware dalam aplikasi flash di browser mereka.

Mark Schmidt, Head of Mozilla Support mengatakan bahwa dulu flash mungkin merupakan cara terbaik untuk menampilkan video. Tetapi pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya standar keamanan internet dalam beberapa waktu belakangan, membuat flash menjadi sebuah platform yang sudah ketinggalan zaman. Selain itu, flash dipenuhi dengan lubang keamanan yang sering digunakan para hacker untuk masuk ke dalam sistem komputer seseorang.

Pengusaha Silahkan Beralih ke HTML5

Google memberikan rekomendasi pada para pemasang iklan agar mereka mulai menggunakan HTML5 dan iklan yang mereka pasang tidak ikut terblokir. Google Adwords, laman iklan resmi Google, telah mengubah konten flash yang diunggah para pengiklan menjadi HTML5 secara otomatis.

Dalam laman resmi Google Adwords, Google memberi 3 kenyamanan bagi pengguna HTML5. Pertama Kemampuan untuk membuat iklan dengan cara mudah dan hemat biaya. Lalu kedua, Berbagai kerangka iklan bisa didapatkan dengan mudah. Ketiga, fleksibilitas untuk menyesuaikan kerangka bila diperlukan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

To Top