Tech & Auto

Google Luncurkan Fitur Tree Canopy Lab Untuk Bantu Selamatkan Dunia

Google Luncurkan Fitur Tree Canopy Lab Untuk Bantu Selamatkan Dunia

This post is also available in: English

Siapa yang tidak mengetahui apa itu Google. Ya Google adalah salah satu perusahaan multinasional Amerika Serikat yang bergerak di bidang jasa dan produk internet yang meliputi teknologi pencarian, komputasi web, software, dan periklanan daring. Sejak pertama kali didirikan, pertumbuhan Google bisa dikatakan cepat yang menghasilkan berbagai macam produk, akuisisi, dan kerja sama di bidang mesin pencari inti Google.

Google kabarnya telah mengoperasikan lebih dari satu juta server di beberapa pusat data yang ada di seluruh dunia. Google kini telah digunakan dengan kegiatan yang berhubungan bisnis dan masyarakat termasuk aplikasi web, periklanan, dan solusi bisnis.

Dilansir dari blog resmi Google, Kamis (19/11/2020), Saat ini Google telah meluncurkan sebuah fitur baru bernama Tree Canopy Lab dengan memetakan di mana area yang paling membutuhkan untuk ditanami pohon. Peluncuran ini sebagai dukungan untuk ketahanan iklim dan upaya menjaga kota agar tetap sejuk. Ide pembuatan fitur ini dari menggabungkan kecerdasan teknologi buatan dengan status kualitas udara yang digunakan untuk melihat lokasi yang bisa ditanami pohon.

Source: blog.google

Fitur Tree Canopy Lab ini dirancang agar dapat membantu masyarakat untuk menyelamatkan dunia dari krisis iklim. Untuk menjalankan proyek pembuatan fitur ini, Google melakukan kerja sama dengan pemerintah Los Angeles. Dengan adanya Tree Canopy Lab ini nantinya semua orang dapat melihat pepohonan yang ada di kota-kota dalam konteks lokal seperti persentase lingkungan yang tertanami pohon, kepadatan populasi suatu daerah, daerah mana yang rentan terhadap cuaca ekstrim, dan lainnya.

Sebelum meluncurkan fitur ini, Google mengungkapkan bahwa suhu yang ekstrim sudah biasa terjadi di dunia khususnya kota-kota besar dimana banyak gedung dengan infrastrukturnya adalah penyebab suhu menjadi lebih cepat panas. Hal itu tentunya mengakibatkan kualitas udara menjadi buruk, banyak polusi, dehidrasi tinggi dan timbul berbagai macam masalah yang berhubungan dengan kesehatan.Cara yang paling mudah untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menanam lebih banyak pohon di area yang jarang terdapat pohon. Penanaman pohon di daerah tersebut dilakukan dengan harapan dapat membantu kota beradaptasi dengan pemanasan global dan menyelamatkan dunia dari krisis iklim.

Tree Canopy Lab ini nantinya akan menunjukkan persentase wilayah yang ditanami pohon, kepadatan polusi dan wilayah yang memiliki potensi terkena cuaca ekstrim. Data yang diperoleh dikumpulkan dari pesawat selama musim semi, musim gugur dan musim panas.

Fitur baru ini akan dibantu dengan menggunakan citra udara dan Google AI untuk mencari tahu lokasi setiap pohon yang ada di kota. Fitur ini menempatkan informasi pada peta interaktif bersama dengan data tambahan tentang lingkungan mana yang padat penduduknya dan lebih rentan dengan suhu tinggi.

Tree Canopy Lab ini juga dibantu dengan Google AI sendiri berfungsi untuk memindai gambar dan mendeteksi pohon. Sedangkan Google Earth yang berfungsi sebagai menganalisis data-data yang telah dikumpulkan di tiga musim tersebut.

Sebelumnya, fitur Tree Canopy Lab telah diuji coba di Los Angeles. Percobaan tersebut menghasilkan data yang menunjukkan 50% penduduk Los Angeles yang tinggal di wilayah yang jarang ditanami pohon kurang dari 10% dan sekitar 44% lainnya tinggal di daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrim. Hal ini menunjukkan bahwa bagian Los Angeles memiliki resiko iklim panas terendah karena jarang ditanami pohon.

Untuk seseorang yang bekerja sebagai perencana kota, apabila tertarik untuk menggunakan fitur tersebut di masa yang akan datang bisa langsung menghubungi Google melalui formulir yang dirilis bersama dengan pengumuman tentang fitur Tree Canopy Lab.

Seperti yang diungkapkan oleh Nicole Lombardo, Partner Development Manager, Google Earth, Earth Engine & Outreach dan Ruth Alcantara, Program manager, Research di blog resmi Google bahwa “kami dari pihak Google akan memperluas Tree Canopy Lab agar tersedia untuk ratusan kota di tahun mendatang. Kami memulainya di kota-kota besar sepert Los Angeles untuk memulai inisiatif penanaman dan pemeliharaan pohon.”

Lebih lanjut lagi, mereka juga mengungkapkan bahwa “kami mengundang para perencana kota dan pemerintah selaku pembuat kebijakan yang tertarik untuk menggunakan fitur ini bisa menghubungi kami melalui link formulir ini https://forms.gle/jAAXqqDcbBrxdkW67”. 

Nah itulah informasi mengenai fitur baru dari Google yang dapat membantu kota agar tetap sejuk dan nyaman. Selain itu, fitur ini juga dapat digunakan untuk mengatasi krisis iklim. Hal itu dikarenakan fitur yang bernama Tree Canopy Lab ini berhubungan dengan penanaman pohon yang dilakukan di seluruh dunia khususnya di kota-kota besar yang memiliki tingkat kepadatan dan polusi yang tinggi.

Namun, fitur ini masih diuji coba di Los Angeles, Amerika Serikat. Untuk di Indonesia sendiri, masih belum tahu kapan diluncurkannya fitur ini karena memang belum ada pernyataan resmi dari Google khususnya Google yang berpusat di Indonesia.

Semoga apa yang diulas di dalam tulisan ini memberikan manfaat bagi kalian. Tree Canopy Lab ini sangatlah bermanfaat bagi dunia karena bisa mencegah pemanasan global. Selamat membaca.

To Top