Tech & Auto

Google Persiapkan Project Loon untuk Indonesia

Google Buat Inkubator Starup Untuk Cegah Karyawan Keluar

Project Loon merupakan balon udara milik Google yang berguna sebagai pemancar sinyal internet. Rencananya Project Loon akan diaplikasikan di Indonesia pada tahun 2016 mendatang. Google menjanjinkan bahwa melalui program ini, koneksi internet di seluruh Indonesia akan dapat diakses oleh lebih dari 100 juta penduduk Indonesia. Sedangkan untuk beberapa operator lokal seperti Telkomsel, XL, dan Indosat juga mengatakan hal serupa.

Kehadiran Project Loon dianggap sebagai angin segar bagi rakyat Indonesia karena dapat diproyeksikan bersamaan dengan implementasi balon tersebut. Selain itu, ada juga pemerataan pada sektor pendidikan, kultural, dan kesempatan bisnis di sebagian besar wilyah Indonesia.

Nantinya Google akan memantau Indonesia yang mempunyai daerah geografis dengan 17.000 pulau dan 250 juta penduduk. Namun hanya sepertiga penduduk Indonesia yang mampu mengakses internet karena berbagai faktor, seperti minimnya pemancat sinyal internet yang ada di daerah terpencil. Sebanyak 29 persen dari penduduk Indonesia yang memiliki akses ke web. Kurang dari sepertiga penduduk Indonesia itu menggunakan koneksi relatif lambat.

Balon pada Project Loon ini diperuntukkan sebagai dukungan perusahaan telekomunikasi untuk melakukan ekstensi jaringan dengan jarak yang sangat jauh. Sehingga kesulitan geografis serta infrastruktur sebanyak 17.000 pulau di Indonesia tidak begitu masalah. Project Leader Google X sebanyak ratusan akan diluncurkan untuk proyek. Nantinya setiap balon akan dilayangkan setinggi 20 kilometer dari permukaan laut. Radius jangkauan sinyal seluas 40 kilometer ke segala arah.

Awalnya Project loon akan beredar untuk pertama kalinya ke tiga pulau besar yang ada di Indonesia, yaitu Papua, Sumatera, dan Kalimantan. Namun kemudian akan diedarkan ke seluruh area demi persebaran internet. Ada setidaknya lima titik pada daerah-daerah tersebut. Project Loon bukan balon statis yang hanya berada di satu tempat di angkasa, namun juga memiliki kapabilitas untuk bergerak dan menjelajah. Nantinya kontrol secara langsung dari stasiun juga dapat langsung dikendalikan jika terdapat salah satu balon yang ke luar dari jalur.

Project Loon akan diuji coba menggunakan jaringan 4G LTE di frekuensi 900 Mhz tahun depan oleh Telkomsel, XL, dan Indosat. Prosesnya akan memakan waktu satu tahun serta periode komersialisasinya akan diterapkan selang beberapa tahun setelah uji coba dinyatakan sukses. Google akan menghabiskan waktu satu tahun ke depan untuk menguji balon internet, sebelum mengomersialisasikan 20.000 perangkatnya.

Sekadar informasi, Project Loon merupakan salah satu proyek Google untuk menghadirkan jaringan internet di lokasi yang terpencil dengan wahana balon. Proyek ini pertama kali terungkap di Selandia Baru pada Juni 2013 sebagai bagian dari departemen Google X, yang datang dengan inovasi seperti mobil driverless. Pihak Google menyebarkan sebanyak 30 buah balon udara yang terbang mengelilingi planet bumi memanfaatkan arus angin di lapisan stratosfer setinggi 20 km dari permukaan laut. Sebuah balon udara hanya dikendalikan untuk naik dan turun untuk mencari arus angin yang akan berhembus membawa balon tersebut.

Memanfaatkan kumpulan data yang sangat banyak dirangkum dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), algoritma Google secara otomatis menentukan arus udara mana yang layak untuk ditumpangi demi mengarahkan balon ke suatu area tertentu. Kali ini Google lebih fokus untuk menerbangkan Loon di bagian selatan belahan bumi. Orbitnya membentuk sebuah cincin yang nantinya bakalan dikelilingi silih berganti, sehingga akses Internet tidak pernah terputus.

Semoga dengan kehadiran Project Loon, kecepatan internet di Indonesia akan semakin meningkat dan merata untuk seluruh daerah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top