Tech & Auto

Jaringan Seluler Alami Gagguan Pasca Gempa Mamuju – Majene

KOMINFO Upayakan Pemulihan Jaringan Seluler Pasca Gempa Mamuju dan Majene

Gempa yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat pada Kamis (14/01) pukul 6 sore sebabkan jaringan seluler mengalami gangguan. Apalagi dengan gempa susulan pada Jumat (15/01) dini hari hal ini semakin parah karena tidak adanya pasokan listrik.

Gempa yang terjadi secara dua kali dalam waktu yang hanya berselang sehari itu meluluhlantakkan 300 rumah. Yang hancur lainnya yaitu 1 puskesmas, dan 1 kantor Danramil kota Majene. Gempa juga mengabitkan 872 gardu listrik padam. Akibatnya listrik yang ada di kedua daerah tersebut terputus. Masyarakat kesulitan dalam hal penerangan dan pemanfaatan listrik lainnya seperti telemedis.

Baca Juga : Gempa Majene dan Mamuju Sebabkan 27 Orang Tewas, Ribuan Lainnya Mengungsi

Warga Kesulita Komunikasi Karena Jaringan Seluler Down

Masyarakat yang hendak menghubungi sanak saudaranya pun mengalami kesulitan untuk berkomunikasi,akibat jaringan seluler down menyebabkan suara yang terhubung menjadi tidak jelas dan terputus-putus.

Penurunan kualitas jaringan ini sangat dikeluhkan masyarakat. Sebab dalam masa kesulitan seperti ini masyarakat sangat membutuhkan jaringan agar  tetap terhubung dengan saudara yang ada untuk berbagi kabar serta meminta bantuan.

Bagaimana bisa jaringan mobile menjadi terganggu ketika listrik padam? Jawabannya terdapat pada  beberapa base transceiver station (BTS) operator seluler yang tidak lagi teraliri listrik. Akibat listrik padam, BTS yang sebelumnya beroperasi penuh dengan bantuan listrik pun tidak beroperasi.

Apabila hal itu terjadi, BTS masih dapat menanggulanginyadengan menggunakan baterai cadangan yang ada. Namun, baterai cadangan ini tidak bertahan lama. Sehingga operator seluler perlu untuk menangani langsung dengan menyediakan genset pada tempat-tempat penting yang terdapat BTS berdekatan. Itulah sebabnya, jaringan menjadi tidak stabil ketika listrik padam.

Beberapa operator seluler mengumumkan bahwa jaringan seluler di Mamuju masih dapat berjalan normal. Namun, jaringan seluler yang terdapat di Majene masih akan terganggu sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

KOMINFO Bertindak Memperbaiki Jaringan Seluler

KOMINFO Bertindak Memperbaiki Jaringan Seluler
KOMINFO Bertindak Memperbaiki Jaringan Seluler

Menurut Johnny G Plate selaku Menteri Kominfo, pihaknya telah mengirimkan tim untuk segera melakukan pemulihan pada daerah yang terdampak bencana. Johnny mengakui bahwa sempat terjadi jaringan seluler yang down pasca gempa berkekuatan 6.2 SR mengguncang Majene pada Jumat (15/01) waktu dini hari.

Namun, Johny memastikan bahwa saat ini alat telekomunikasi sudah dapat dijalankan dengan normal. Johnny juga mengatakan bahwa KOMINFO telah mengirimkan beberapa perangkat portable guna menstabilkan jaringan. KOMINFO melalui BLU Bakti mengirim perangkat yang diantaranya VSAT dan genset portable.

VSAT merupakan sebuah stasiun jaringan yang mengirim dan menerima sinyal langsung melalui satelit. Perangkat portable ini berguna untuk penguatan jaringan seluler. Genset portable berguna untuk menghidupkan BTS-BTS milik operator seluler yang sempat mati akibat pasokan listrik yang sempat terhambat akibat guncangan gempa.

Baca Juga : Respons Cepat Gempa Majene, Jokowi Kerahkan Pasukannya

Johnny memastikan bahwa dalam keadaan darurat saat ini, beberapa perangkat yang tersedia mampu untuk mengatasi masalah ketersediaan jaringan seluler. Pihaknya mengatakan bahwa akan terus memonitor frekuensi jaringan untuk memastikan ketersediaan bandwith yang cukup dan menjaga telekomunikasi agar tidak terganggu.

Selain itu, KOMINFO juga tengah memeriksa pagar optik yang ada pada lokasi gempa masih tersambung atau putus karena hal itu akan sangat memengaruhi proses transmisi data. Johnny memastikan peralatan yang dikirimkan KOMINFO mampu bertahan walau terjadi gempa susulan. Meski demikian, ia berharap tidak akan terjadi gempa susulan. Karena dapat memengaruhi pondasi infrastruktur yang mengakibatkan pemulihan akan memakan waktu lebih lama.

Telkom Berupaya Memperbaiki Jaringan Seluler

Telkom Berupaya Memperbaiki Jaringan Seluler
Telkom Berupaya Memperbaiki Jaringan Seluler

Sebagai operator seluler yang memiliki jaringan terbesar pada lokasi terdampak gempa, Telkom akan terus memastikan ketersediaan jaringan stabil pasca gempa Mamuju dan Majene. Pihaknya melalui Pujo Purnomo selaku  Vice President Corporate Communication Telkom mengungkapkan bahwa jaringan seluler yang terdapat di Mamuju dan Majene masih terganggu  BTS.

BTS terkendala suplai aliran listrik akibat masih dalam proses perbaikan oleh PLN, tetapi untuk jaringan backbone masih dapat berjalan secara normal. Pihaknya saat ini masih memastikan keadaan pada jaringan akses.

Akibat gempa yang terjadi, gedung pelayanan pelanggan serta Sentral Telepon Otomat (STO) mengalami kerusakan. Bangunan yang mengalami kerusakan tersebut membutuhkan genset untuk dapat kembali beroperasi karena aliran listrik yang tidak tersedia. Sehingga pihak Telkom mengirimkan genset mobile dari Donggala menuju Mamuju.

Telkom meminta maaf kepada para pengguna karena jaringan seluler yang terganggu selama proses pemulihan pasca gempa. Pihaknya juga membuka wifi gratis pada wifi corner yang berada di Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi setempat agar dapat digunakan masyarakat untuk bertelekomunikasi dan berkirim pesan karena jaringan seluler yang masih terhambat.

XL Masih Mengalami Gangguan

XL Masih Mengalami Gangguan
XL Masih Mengalami Gangguan

Tidak jauh berbeda dengan Telkom, XL Axiata melalui Tri Wahyuningsih selaku Group Head Corporate Communication menyebut, jaringan seluler masih dapat berjalan secara normal dan masyarakat masih bisa mengaksesnya. Meski demikian, ia setuju bahwa masih terdapat hambatan layanan pada beberapa titik akibat gempa besar yang terjadi sebelumnya.

Ayu mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan beberapa teknisi untuk segera melakukan perbaikan dan mengecek infrastruktur yang ada. Ia juga merinci jumlah BTS yang mati sejumlah 18 BTS di Majene, dan 12 BTS di Mamuju Utara, dan 39 BTS terdapat di Mamuju mengalami gangguan akibat listrik yang padam.

Baca Juga : Jalin Kerja Sama Dengan Tokopedia, XL Axiata Terapkan Teknologi MCCM

Tim teknisi XL Axiata yang telah berada pada lokasi juga segera memasang genset untuk memastikan BTS tetap menyala. Selain itu, tim juga melakukan rekayasa jaringan untuk menstabilkan jaringan seluler. Ayu juga mengungkapkan jumlah BTS yang beroperasi di provinsi Sulawesi Barat, termasuk daerah yang mengalami gempa, sebanyak 315 BTS, sehingga pemadaman tidak menganggu jaringan XL Axiata secara keseluruhan.

To Top