Tech & Auto

Laptop Sering Panas? Ini Penyebabnya!

Laptop Sering Panas? Ini Penyebabnya!

Salah satu masalah yang sering dialami pengguna laptop ialah laptop sering panas atau mengalami overheat. Biasanya hal ini terjadi pada laptop yang sudah berusia cukup lama dan sudah digunakan bertahun-tahun. Namun ada juga laptop baru yang mengalami masalah ini juga. Apabila masalah ini dibiarkan secara terus menerus akan sangat membahayakan karena bisa merusak komponen yang ada di dalam laptop. Bahkan hal terburuknya laptop bisa terbakar. Laptop yang overheat dapat merusak kinerja hardware hingga merusak komponen dan motherboard. Ngeri kan? Ada banyak penyebab mengapa laptop bisa sering panas. Berikut penyebab-penyebab laptop sering panas dan solusinya.

1. Sirkulasi udara pada laptop tidak baik

Sirkulasi udara pada laptop seharusnya lancar. Namun jika sirkulasi udara yang ada di dalam laptop tidak bagus, hal ini bisa menjadi pemicu utama laptop menjadi sering panas. Biasanya, sirkulasi udara menjadi tidak baik karena laptop sering digunakan pada tempat empuk dan permukaannya tidak rata seperti kasur, sofa, bantal, dan lainnya. Jika diletakkan pada tempat yang empuk, sirkulasi udara yang ada di bawah laptop dapat terhambat. Tempat-tempat yang memiliki permukaan tak rata tidak akan bisa menyerap panas dengan baik. Selain itu, tempat-tempat tersebut juga mempunyai banyak partikel kecil yang dapat masuk ke dalam komponen laptop.

Solusi: Jangan letakkan laptop di tempat yang empuk serta permukaan yang tidak rata agar laptop tidak cepat panas.

2. Kipas laptop kotor dan rusak

Kipas sangat berperan dalam sirkulasi udara yang ada di dalam komponen laptop. Kipas yang rusak atau mati bisa menyebabkan laptop menjadi sering panas. Jika kipas tidak bisa berfungsi maka sirkulasi udara tidak akan lancar karena tidak ada udara yang masuk. Faktor lainnya yang menyebabkan laptop sering panas ialah kipas yang kotor. Kipas yang kotor dan banyak debu akan membuat putarannya menjadi terhambat.

Solusi: Pengguna harus rajin mengecek, apakah kipas laptop miliknya rusak dan kotor. Caranya dengan mendengarkan suara kipas yang ada di dalam laptop. Jika tidak terdengar suara kipas berarti memang rusak. Kemudian pengguna dapat mendekatkan tangan ke lubang ventilasi laptop. Jika tidak ada udara panas yang ke luar, tandanya kipas laptop memang telah rusak. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan ialah dengan cara membongkar laptop untuk melihat apakah kipas sudah berdebu atau belum.

3. Ventilasi udara tersumbat

Selain kipas yang rusak dan kotor, kadang ventilasi udara yang tersumbat dan tidak berfungsi juga sangat berpengaruh karena bisa membuat sirkulasi udara dari dalam dan luar laptop menjadi terhambat. Jika tersumbat, ventilasi udara tidak bisa membuang udara panas yang berasal dari dalam laptop ke luar. Ventilasi udara yang tersumbat biasanya juga terjadi karena banyaknya debu maupun kotoran yang menempel di dalam.

Solusi: Agar ventilasi udara tidak tersumbat, pengguna harus rajin membersihkan ventiliasi tersebut jika ada debu yang menempel.

Faktor-faktor lainnya yang dapat membuat laptop cepat panas antara lain pemakaian laptop yang terlalu lama. Pengguna juga terkadang sering menjalankan software yang kemampuannya di luar prosesor tersebut. Hal ini juga bisa memengaruhi panasnya laptop. Sedangkan solusi lain yang bisa dilakukan, pengguna bisa menggunakan laptop pada ruangan yang dingin agar suhu laptop bisa tetap stabil. Kemudian mengatur cahaya laptop seminimal mungkin. Selain itu, pengguna juga bisa memasang cooling pad (kipas laptop yang berada di luar) agar udara yang ada di laptop tetap stabil dan dingin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top