Tech & Auto

Mahasiswa ITS Kenalkan Motor Listrik Irit dan Ramah Lingkungan

Portal Berita

Kehadiran sepeda motor sebagai alat transportasi kian berdenyut dalam beberapa tahun terakhir. Populasi si kuda besi itu terus membubung. Menurut data BPS, pada 1987 jumlah motor baru sekitar 5,5 juta unit, tahun 2013 melonjak menjadi sekitar 84 juta unit. Dahsyat, bukan?

Sepeda motor banyak dipilih masyarakat Indonesia karena dianggap mampu mengakomodasi pergerakan orang dari satu titik ke titik yang lain dengan fleksibel. Biaya operasional dan pembelian sepeda motor secara umum juga dianggap lebih murah dibandingkan mobil. Ya, sepeda motor dianggap lebih mangkus dan sangkil.

Semakin tahun semakin banyak inovasi yang ditawarkan para produsen sepeda motor. Mulai dari kemampuan akselerasi, inovasi model hingga berlomba menjadi yang paling irit. Masalah harga juga menjadi poin penting. Bahkan sekarang mulai banyak juga sepeda motor pabrikan Tiongkok yang menawarkan harga lebih murah dibandingkan sepeda motor produksi Jepang dalam pasar motor di Indonesia.

Untuk urusan irit-mengirit, Grangsang Sotyaramadhani menawarkan produk sepeda motor yang baru. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini bukan sekedar merakit sepeda motor biasa. Ia mampu membuat motor listrik. Grangsang juga membuktikan bahwa motor listrik jauh lebih irit daripada menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Selain hemat biaya, listrik sebagai energi terbarukan juga ramah lingkungan ketimbang BBM yang menghasilkan polutan.

Sang kreator mengatakan bahwa moda transportasi kreasinya itu  mampu melaju sejauh 60 kilometer dalam sekali pengisian daya selama 1,5 jam. “Kecepatannya bisa sampai 100 km/jam,” katanya dikutip dari jawapos.com, Kamis (20/8).

Dalam wawancaranya, ia juga menjelaskan motor listrik memang jauh lebih hemat hingga 200 persen dibandingkan BBM. Menurut hitungannya, motor listrik dengan baterai 1,9 kWh itu hanya butuh waktu 1,5 jam sekali mengisi daya. Sementara tarif dasar listrik (TDL) untuk rumah tangga yang terbesar 6.600 VA+ itu seharga Rp 1.524 per kWh. Artinya, motor listrik membutuhkan sebesar 2,85 kWh (1,5×1,9). Uang yang harus dibayarkan ke PLN adalah Rp 4.343.

Dengan biaya sebesar itu, motor listrik buatan mahasiswa ITS itu bisa menempuh jarak hingga sejauh 60 kilometer. “Ini kita pakai TDL yang paling besar lho (6.600 VA+), kalau pakai lebih kecil, biaya kWh PLN bisa lebih kecil lagi,” katanya.

Nah, sekarang jika dibandingkan dengan harga BBM jenis premium yang kini berharga Rp 7.400 per liter, motor bertenaga listrik jelas masih jauh lebih hemat. “Belum tentu satu liter bisa melaju sejauh 60 kilometer. Jadi murah mana, Rp 4.343 atau Rp 7.400?” ujar mahasiswa teknik mesin itu.

Grangsang menegaskan bahwa timnya sangat optimistis motor listrik yang dipajang di acara Indonesia International (IIMS) 2015 itu bisa masuk ke pasar industri otomotif Indonesia dan bersaing dengan produk serupa buatan mancanegara. “Ya sekitar Rp 20 juta lah. Produk dari Italia saja harganya kisaran Rp 40 juta, Amerika sudah ratusan juta,” imbuhnya.

Motor listrik seberat 11 kilogram itu juga dilengkapi dengan cooling system. ‎Desain casing-nya terbuat dari aluminium serta menggunakan microcontroller 75 MHz, Cortex M3 Real Time Operating System.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top