Tech & Auto

Pusat Riset Terbaru Vivo Kembangkan Inovasi Fotografi

Pusat Riset Terbaru Vivo Kembangkan Inovasi Bidang Fotografi

Pusat riset terbaru Vivo baru saja didirikan oleh produsen smartphone tersebut yang ada kaitannya dengan bidang fotografi inovasi unggulan. Pusat penelitian dan pengembangan teknologi baru tersebut bertempat di Xi’An, China. Research and development center tersebut ada untuk mengembangkan teknologi fotografi.

Edy Kusuma yang merupakan Senior Brand Director Vivo Indonesia mengatakan, pusat R&D ini dapat membantu pengembangan dalam jangka panjang. Tujuannya untuk beragam inovasi serta produk unggulan masa depan. Perusahaan ini rajin menghasilkan inovasi pada setiap produk ponsel buatannya. Terlebih bidang fotografi. Salah satu contohnya adalah kamera gimbal yang tersemat pada smartphone X50 Pro serta X60 Pro Plus.

Riset Terbaru Vivo, Inovasi Produk Unggulan Masa Depan

Riset Terbaru Vivo, Inovasi Produk Unggulan Masa Depan
Riset Terbaru Vivo, Inovasi Produk Unggulan Masa Depan

Edy mengatakan, pengembangan fungsi kamera jadi salah satu long track phase dari perusahaan ini. Untuk membantu mencapai target tersebut, investasi pada riset benar-benar penting. Tujuannya agar dapat menembus keterbatasan teknologi di bidang fotografi mobile yang ada saat ini.

Hadirnya pusat riset terbaru Vivo di Xi’An juga meningkatkan deretan fasilitas riset perusahaan yang tersebar pada sejumlah negara. Khususnya pusat riset dan pengembangan (R&D) yang bertempat di China. Hingga kini, setidaknya terdapat sembilan pusat R&D milik perusahaan tersebut.

Lokasinya tersebar dengan fokus pengembangan pada bidang teknologi yang spesifik. Yaitu pengembangan artificial intelligence, teknologi jaringan 5G 6G, eksplorasi desain, serta mobile imaging. Sembilan pusat riset itu berlokasi pada Dongguan, Shenzhen, Beijing, Nanjing, Shanghai, Taipei, Hangzhou, Tokyo (Jepang), serta San Diego Amerika Serikat.

Saat ini, perusahaan smartphone itu membuktikan deretan pusat R&D tersebut telah mendapat dukungan 700 teknisi yang profesional. Tentunya dengan spesialisasi pada pengembangan perangkat keras dan lunak, serta formulasi algoritma.

Adanya pusat-pusat R&D di beberapa negara tersebut, membuktikan upaya Vivo untuk konsisten menghadirkan teknologi terbaru untuk pengguna. Hal tersebut sekaligus menjadi prinsip sebagai perusahaan teknologi yang berorientasi global.

Selain R&D dalam bidang teknologi, Vivo juga berencana memperkuat basis produksinya di sebagian negara. Saat ini Vivo miliki lima pusat manufaktur. Termasuk pusat manufaktur berlisensi yang ada di China, Asia Selatan, serta Indonesia.

Pada Mei 2020, Vivo membangun kantor baru di distrik Bao’an, Kota Shenzhen, China. Bangunan tersebut proses konstruksinya akan selesai pada 2025. Di sana rencananya akan menampung 5.800 orang pekerja. Gedung tersebut sekaligus menjadi area toko flagship terbaru Vivo. Dengan menyediakan lingkungan kerja yang lengkap, nyaman, luas, serta memiliki banyak fasilitas, Vivo berharap dapat lebih meningkatkan kepuasan konsumen.

Bekerjasama dengan Perusahaan ZEISS, Produsen Lensa Terkemuka Asal Jerman

Bekerjasama dengan Perusahaan ZEISS, Produsen Lensa Terkemuka Asal Jerman
Bekerjasama dengan Perusahaan ZEISS, Produsen Lensa Terkemuka Asal Jerman

Perusahaan smartphone ini sebelumnya juga telah bekerjasama dengan produsen lensa asal Jerman, ZEISS untuk mendirikan R&D kemitraan. Pusat R&D tersebut bernama Vivo ZEISS Imaging Lab.

Vivo ZEISS Imaging Lab Kemitraan Vivo dan ZEISS termasuk pembuatan sistem mobile imaging, yakni Vivo ZEISS Co-engineered Imaging System. Sistem mobile ini nantinya dapat smartphone Vivo seri flagship adopsi.

Menggabungkan wawasan customer yang komprehensif dengan pengalaman perusahaan sebagai pionir di bidang industri. Pusat riset terbaru Vivo dan ZEISS saling memfasilitasi dalam pengembangan mobile imaging khusus smartphone. Dengan sinergi ini, teknologi lensa ZEISS diharapkan mampu secara penting menaikkan performa fitur fotografi. Hal ini akan membuat mobile imaging semakin profesional khususnya pada seri flagship Vivo.

Melalui kerjasama ini, teknologi mobile imaging ZEISS akan bisa dinikmati oleh lebih banyak pengguna. Wakil Presiden Senior serta CMO Vivo Spark Ni berharap bisa menjadikan kemitraan yang strategis ini sebagai titik awal. Hingga ke depannya mampu menciptakan peluang baru dalam inovasi mobile imaging.

Pusat riset terbaru Vivo ini telah mengantisipasi permintaan konsumen secara global. Terutama terkait inovasi pada mobile imaging. Oleh sebab itu, perusahaan ini yakin inovasi pada bidang mobile imaging merupakan salah satu aspek esensial. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumen di masa mendatang.

Riset Terbaru Vivo, Tak Hanya Mobile Imaging Tapi Juga Gimbal Stabilization

Riset Terbaru Vivo, Tak Hanya Mobile Imaging Tapi Juga Gimbal Stabilization
Riset Terbaru Vivo, Tak Hanya Mobile Imaging Tapi Juga Gimbal Stabilization

Tak cuma itu, teknologi kamera termutakhir Vivo yakni Gimbal Stabilization termasuk jadi kelebihan yang dimiliki khususnya pada flagship seri X. Kecanggihan gimbal kamera generasi pertama dari brand smartphone ini sebenarnya sudah disematkan di ponsel prototipe, yakni APEX 2020. Teknologi ini dihadirkan sebagai usaha perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan customer yang ingin menghasilkan foto maupun video yang stabil.

Gimbal Stabilization yang telah ada di smartphone Vivo X50 Pro bekerja mengfungsikan dudukan suspensi bola ganda. Tujuannya untuk menghasilkan stabilitas tiga dimensi. Setting ini sangat mungkin sudut menjangkau sumbu-X dan sumbu-Y yang bisa memutar. Di samping itu juga dapat menutupi sudut yang lebih besar 3 derajat atau 300% lebih besar dari OIS (Optical Image Stabilization) tradisional.

Gimbal Stabilization membantu pengambilan gambar pada malam hari. Hal ini berkat fitur Extreme Night Version. Mengambil foto bintang pada malam hari jadi makin mudah berkat fitur Astro Mode. Selain itu, teknologi ini juga membantu pengambilan foto dengan zoom 60 kali lewat fitur 60X Zoom Hyper.

Pengambilan snapshot gerakan secara hampir tanpa jeda dengan Pro Sports Mode juga kian mudah. Saat merekam, Gimbal Stabilization dapat memberikan stabilitas dalam lima sumbu. Gunanya untuk membantu Anda menghasilkan video tanpa pengaruh guncangan. Dalam hal ini bantuan fitur Ultra Stable Video akan siap memaksimalkannya.

Motion AF Tracking juga akan memungkinkan Anda memilih objek apapun dalam bingkai serta tetap fokus pada objek meski objek tersebut berada di luar jangkauan. Selain itu, 3D Sound Tracking juga akan membantu Anda mengambil alih suara dari subjek yang dipilih.

To Top