Tech & Auto

Terbiasa(lah) dengan Simbol Hati di Twitter

Portal Berita

Apa yang biasanya Anda lakukan jika membaca sebuah tweet yang sangat bagus? Bagi Anda pengguna setia yang telah lama ‘berenang’ di dunia Twitter pasti akan menjawab, “Jadikan favorit (tombol tekan favorit).”

Namun kini, semua jadi kenangan. Belum lama ini, Twitter telah menyingkirkan tombol ‘favorit’ dan siap-siaplah bagi Anda untuk terbiasa menggantinya dengan kata ‘like’, seperti pada Instagram.

Twitter telah memiliki fitur tombol favorit dalam bentuk bintang kuning setelah diluncurkan pada tahun 2006. Fitur favorit biasanya digunakan para pengguna untuk menunjukkan bahwa mereka berpendapat tweet tersebut sangat baik. Selain itu, mereka punya tujuan untuk kembali melihat tweet tersebut di lain waktu.

Namun, dikutip Sky News, Twitter mengatakan simbol tersebut membuat bingung beberapa orang, dan kini telah diganti dengan tombol berbentuk hati, yang ‘duduk’ di tempat yang sama di bawah tweet.

Twitter tampaknya latah dengan apa yang dilakukan Facebook beberapa bulan lalu yang melakukan perubahan. Facebook menambahkan tombol ‘Dislike’ pada laman media sosialnya. Alasannya jelas, tombol ‘Dislike’ diciptakan untuk menumbuhkan fungsi Facebook terhadap ragamnya konten yang bermakna bagi para penggunanya. Berbeda dengan Twitter yang hanya mengatakan simbol tersebut membuat bingung beberapa orang dan tak menjelaskan apa kebingungan yang dialami pengguna dengan tombol favorit.

Kini, ketika Anda tekan tombol tersebut, tombol hati seolah-olah meledak hingga warna dan simbol hati berubah menjadi merah. Jika tak percaya, cobalah sendiri oleh Anda. Twitter dalam pengumumannya menulis, “Anda mungkin ingin banyak hal, tapi tidak semuanya bisa menjadi favorit Anda.”

“Simbol hati merupakan simbol universal yang bergema bagi seluruh bahasa, budaya, maupun zona waktu. Simbol hati lebih ekspresif, memungkinkan Anda untuk menyampaikan berbagai emosi dan mudah berhubungan dengan orang,” tambah Twitter.

“Dan dalam pengujian kami lakukan, kami menemukan bahwa orang-orang menyukainya.”

Dalam beberapa bulan terakhir, pertumbuhan Twitter telah terhenti. Sehingga kepala eksekutif baru Twitter, Jack Dorsey, berupaya menghentikan masalah tersebut dan mendorong orang-orang baru untuk ‘sign up’.

Fitur ‘like’ bersimbol hati, mulai 3 November 2015 lalu akan muncul di Twitter, baik untuk versi iOS dan Android, TweetDeck, maupun Windows 10.

Dikeluhkan Pengguna

Sayangnya, setelah seminggu lebih pengaplikasian perubahan tersebut, tak sedikit pula pengguna Twitter yang mengeluhkan. Keluhan datang dari mereka yang tak biasa dengan pemandangan tersebut dan membuat mereka menilai Twitter malah jadi mirip Instagram.

Menangapi hal tersebut, Kevin Weil, pemimpin pengembangan produk Twitter, mengatakan pengubahan ini menjadi sebuah perubahan yang fantastis untuk platform.

“Apa yang kami temukan ini benar-benar didukung oleh intuisi kita,” tuturnya, dilansir dari Business Insider, dalam Open Mobile Summit, Selasa (10/11).

Apa yang dikatakan Kevin tak sembarangan. Ia menuturkan bahwa Twitter melihat ada peningkatan sebanyak 6 persen penggunaan ‘like’ sejak perubahan ini. Sebab, simbol ‘like’, kata Kevin, lebih universal dibanding pendahulunya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top