Tech & Auto

TikTok Perluas Fitur Family Pairing, Orang Tua Bisa Kontrol Akun Anak

TikTok Perluas Fitur Family Pairing

This post is also available in: English

Saat ini, TikTok menjadi salah satu aplikasi yang digemari oleh pengguna dari segala umur mulai dari anak kecil hingga orang dewasa telah mengerti bagaimana cara menggunakan TikTok. Apabila penggunanya orang dewasa mungkin tidak perlu ada kekhawatiran. Tetapi hal itu berbeda jika penggunanya masih anak kecil yang mana memunculkan rasa khawatir para orang tua.

Namun, untuk saat ini para orang tua tidak perlu khawatir lagi apabila anak-anaknya menggunakan TikTok. Hal itu dikarenakan TikTok telah melalukan penambahan pada salah satu fiturnya dimana TikTok memperluas rangkaian fitur Parental Control yang disebut dengan Family Pairing yang memungkinkan dapat membantu para orang tua yang tidak bisa 100% memantau anak dalam menggunakan TikTok. Perluasan ini dirilis pada Selasa, (17/11/2020) agar orang tua dapat menyesuaikan berbagai macam pengaturan di akun anak mereka.

Dengan adanya fitur ini juga membantu orang tua memiliki lebih banyak pilihan atas apa yang dapat dilihat anak-anaknya dan membantu orang tua membuat akun lebih privat. Perluasan fitur tersebut bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara keamanan bagi remaja sekaligus secara bersamaan mendukung para penggunanya dalam mengekspresikan diri.

Selain itu, dengan fitur ini orang tua dapat mengontrol aktivitas anaknya dalam mengakses di kolom pencarian sebagai tempat anak mencari konten, pengguna, hashtag dan suara. Orang tua dapat mengatur berapa lama anaknya bermain di TikTok setiap harinya. Orang tua dapat membatasi tampilan konten yang tidak sesuai khususnya anak di bawah umur di akun TikTok anaknya.

Seperti tulisan yang diunggah oleh Tracy Elizabeth, Global Minor Safety Policy Lead dan Alexandra Evans, Head of Child Safety Public Policy di dalam dalam situs resmi TikTok, Selasa (17/11/2020) mengungkapkan bahwa TikTok telah memperluas fitur Family Pairing yang membuat para orang tua dapat menyambungkan akun TikTok mereka ke akun anaknya dengan cara mengaktifkan Family Pairing di pengaturan konten dan privasi sehingga mereka dapat mengontrol apa yang dilakukan anaknya di akun TikTok.

Lebih lanjut mereka mengungkapkan “Sekarang ini kami telah memperluas fitur parenting yang berguna bagi orang tua dalam memberikan pengawasan yang lebih ketat untuk anaknya agar menciptakan pengalaman bermain TikTok yang tepat bagi anaknya”. Ungkap TikTok

Sebetulnya fitur Family Pairing ini sudah pernah diluncurkan pada bulan April 2020 lalu yang mana saat itu digunakan orang tua yang ingin mengakses akun anaknya. Mereka dapat menyambungkan akun mereka ke akun anaknya agar para orang tua dapat mengelola waktu layar, pesan langsung dan untuk mengetahui apakah akun anaknya berada dalam mode dibatasi atau tidak.

Manfaat Fitur Family Pairing

Saat ini, fitur Family Pairing semakin diperluas. Dengan adanya perluasan atau pembaruan di fitur ini, para orang tua dapat melakukan banyak hal seperti:

  • Orang tua sekaligus anaknya bersama-sama dapat mengatur batasan siapa saja yang diizinkan untuk memberikan komentar pada video yang diunggah di akun anaknya dengan opsi pilihan semua orang, hanya teman-teman, bahkan tidak seorang pun
  • Dapat memutuskan apakah orang lain dapat melihat daftar video yang disukai oleh akun TikTok anaknya atau tidak
  • Orang tua dapat mengontrol apakah akun anaknya bersifat pribadi atau publik. Jika bersifat publik, maka orang tua bisa mengalihkannya ke akun pribadi
  • Orang tua dapat membatasi siapa saja yang dapat mengirim pesan langsung ke akun anaknya dengan mengaktifkannya. Bahkan, orang tua bisa langsung menonaktifkan pesan langsung seluruhnya.

Perlu diketahui, TikTok memiliki banyak kebijakan dan kontrol pada pengiriman pesan. Apabila pengguna masih berusia di bawah 16 tahun, maka secara otomatis pesan langsung akan nonaktif. Hanya saja pengikut yang telah disetujui yang dapat mengirim pesan, namun tidak bisa mengirim gambar maupun video.

Selain sejumlah alat yang dapat memperkuat kebijakan dalam melindungi keselamatan anak-anak kecil di aplikasi, TikTok juga mengembangkan kemitraan global yang berguna untuk melindungi adanya eksploitasi anak. Apabila hal ini terjadi, TikTok akan segera menghapus konten yang berhubungan dengan eksploitasi anak, menghentikan akun tersebut dan melaporkannya ke yayasan perlindungan anak agar aplikasi tersebut aman dan nyaman digunakan di segala usia baik anak kecil hingga orang dewasa sekalipun.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh pihak TikTok bahwa mereka sangat peduli terhadap anak-anak. Mereka akan melindungi anak-anak khususnya anak dibawah umur baik secara online maupun offline dimana hal itu sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, TikTok melakukan kolaborasi antara platform, pemerintah dan oraganisasi demi keselamatan anak. Dari hal itulah bisa dikatakan aplikasi TikTok mendukung gerakan penanggulangan eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring.

Bagi anak kecil yang tidak mengerti mungkin akan mengikuti apapun itu yang dikontrol orang tua karena memang mereka hanya ingin menonton konten-konten yang ada di TikTok. Sedangkan jika anak remaja yang mana sudah mengerti bagaimana cara mengubah pengaturan bisa saja tidak mengikuti aturan dari orang tua sehingga konten-konten yang akan muncul di akun TikToknya bisa saja berbau hal-hal negatif.

Perlu diketahui, fitur Parental Control atau Family Parenting ini akan dihadirkan secara merata ke seluruh dunia. Untuk itu, pengguna dari seluruh dunia khususnya orang tua diharapkan mengaktifkan fitur ini agar dapat mengontrol apa yang dilakukan anaknya di TikTok.

Nah itulah informasi terbaru terkait fitur Parental Control yang mengalami perluasan atau pembaruan di TikTok. Semoga apa yang diulas di dalam tulisan ini bermanfaat bagi semua pembaca khususnya para orang tua yang ingin mengawasi anaknya di media sosial termasuk bermain TikTok.

To Top