Universal Testing Machine (UTM) : Tipe, Prinsip dan Jenis Pengujian

This post is also available in: English

Apa itu Universal Testing Machine? atau yang biasa disingkat dengan UTM adalah sebuah alat yang digunakan untuk menguji sebuah tegangan tarik dan kekuatan tekan bahan material. Alat ini termasuk alat pengujian destructive test dimana alat ini bersifat merusak agar menghasilkan karakteristik pada suatu material yang dihancurkan. Alat ini sering digunakan di dunia industri seperti industri perkapalan, pesawat, konstruksi, dan lainnya.

Biasanya alat Universal Testing Machine (UTM) ini dikenal sebagai Universal Tester, Materials Testing Machine ataupun Materials Test Frame. Bisa dikatakan alat pengujian ini sesuai dengan standarisasi industri dan telah terbukti mampu melakukan banyak pengujian serta tes kompresi pada bahan, komponen, dan struktur.

Metode Pengujian Universal Testing Machine (UTM)

Ada dua metode pengujian yang dimiliki oleh Universal Testing Machine (UTM) yaitu metode tarik dan tekan. Bahan material yang biasanya diuji dengan menggunakan alat ini hanyalah bahan yang bersifat padat mulai dari karet, plastik, tekstil, kertas, kayu, bahan makanan, metal, kabel, dan berbagai bahan material lainnya. Ukuran yang dilihat dari hasil pengujian menggunakan alat ini adalah kekuatan material, modulus elastisitas, kekuatan putus, kekuatan maksimum, dan regangan yang ada di titik maksimum.

Jenis Pengujian Universal Testing Machine (UTM)

a. Tensile Test

Tensile Test diartikan sebagai pengujian dengan metode tarik yang digunakan pada bahan plastik. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan mesin UTM tarik dengan cara menjepit bahan pada setiap ujungnya. Setelah itu, alat ini akan menarik bahan yang bergerak secara vertikla hingga bahan pecah atau hancur.

b. Compression Test

Compression Test biasa disebut dengan uji tekan yang menggunakan alat bernama Compression Platens. Alat ini digunakan sesuai dengan ukuran bahan yang digunakan. Cara kerja uji tekan ini berlainan dengan uji tarik dimana alat akan bergerak menuju ke bawah dengan menekan alat secara vertikal.

c. Seal Strength Test

Seal Strength Test  ini termasuk metode uji tarik dalam UTM. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur kekuatan pada sebuah segel yang terdapat pada benda terutama pada sebuah paket atau kemasan . Pada pengujiannya, sebuah paket akan diuji dengan menggunakan alat heat sealer dengan temperatur yang spesifik.

D. Bond Strength Test

Jenis test yang satu ini dilakukan untuk pengujian pada ikatan yang ada pada suatu benda. Hasil pengujian ini akan diukur dengan bentuk gaya rata-rata. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan pada hasil pengujian dalam bentuk sebuah grafik. Apabila grafik memberikan gaya dalam bentuk seragam, maka ikatan tersebut dipastikan dipasang dengan benar. Sebaliknya, jika grafik memberikan gaya yang tidak seragam, maka ikatan pada benda dipastikan tidak dipasang secara benar

e. Gliding Force Test

Pengujian Gliding Force Test digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada kehalusan yang terdapat di dua permukaan. Pengujian ini dilakukan dengan dua metode yaitu uji tarik dan uji tekan. Akan tetapi, hal itu tergantung pada benda yang akan diuji.

Prinsip Kerja Universal Testing Machine (UTM)

Prinsip kerja yang dimiliki Universal Testing Machine (UTM) ini bisa dibilang praktis. Pada layar monitor dari mesin dapat diatur besar beban yang diberikan, biasanya akan disesuaikan dengan jenis dan ketebalan bahan material yang akan diuji. Jika melakukan pengujian Tensile Test  dan Nick Break maka beban tersebut akan menjadi gaya tarik, sedangkan jika melakukan pengujian Bending Test, maka beban akan berubah menjadi gaya tekan.

Bahan material yang akan diuji diletakkan di mesin UTM. Setelah bahan tersebut diletakkan maka menunggu hingga bahan terputus untuk uji tarik dan nice break, sedangkan untuk bending test harus menunggu hingga material membentuk radius 180 derajat. Apabila sebelum 10 derajat material patah maka uji bendi dihentikan dan dipastikan gagal.

Cara Menggunakan Universal Testing Machine (UTM)

Penggunaan Universal Testing Machine (UTM) sebenarnya sangat mudah. Pertama kali yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa UTM harus dalam kondisi yang siap digunakan. Kemudian, pilih material yang akan diuji dan pastikan bahan yang akan diuji bersifat keras atau padat agar menghasilkan hasil akurat. Lalu, pilih metode pengujian yang akan digunakan apakah ingin memilih uji tarik maupun uji tekan. Letakkan material kemudian kencangkan. Setelah itu, jalankan mesin untuk menguji bahan yang telah diletakkan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan melakukan pengujian tarik maupun tekan dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM):

  • Hindari material berbahan lunak karena akan mendapatkan hasil yang tidak akurat
  • Material yang digunakan harus kering. Hal itu dikarenakan jika material dalam keadaan basah maka pengujian akan sia-sia
  • Jangan memaksakan material yang lebih besar daripada UTM karena akan mempercepat kerusakan mesin

Dalam melakukan suatu pengujian menggunakan Universal Testing Machine (UTM), ada dua hal penting yang harus diperhatikan:

1. Ketika melakukan pemilihan pada frame testing

Frame Test disini biasanya disebut dengan kerangka pengujian yang merupakan komponen paling penting dalam sistem pengujian Universal Testing Machine (UTM). Hal itu dikarenakan komponen ini sebagai penentu kapasitas dasar pada Setup. Perlu diketahui bahwa Frame Test ini tidak bisa dilakukan upgrade sehingga harus berhati-hati dalam menggunakannya.

2. Menentukan controller yang tepat

Pada UTM sudah mengalami berbagai perkembangan yang signifikan pada sistemnya. Analog

Tipe Universal Testing Machine (UTM)

UTM memiliki berbagai macam variasi yang disebabkan karena banyaknya produsen yang memproduksi mesin ini. pada pembuatannya, produsen harus mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam pengujian tarik dan tekan. Berikut ini beberapa variasi tipe dari Universal Testing Machine:

1. Mega 1500

Mega 1500

Mega 1500 ini merupakan produk dari Labthink yang memiliki gaya standar 500 N dan opsional 50 N,100 N,250 N, 1 kN. Produk ini memiliki tes kecepatan 1 – 550 mm/menit

2. i-Srentek 1510

i-Srentek 1510

Sama seperti Mega 1500, i-Srentek 1510 ini juga hasil produk dari Labthink berspesifikasi gaya standar 500 N dan yang opsional 50 N, 100 N, 250 N, 1, 2, 5, 10 kN

3. WDW 200E / 300 E

WDW 200E / 300 E

WDW 200E / 300 E merupakan tipe Universal Testing Machine yang menggunakan sistem kontrol pengukuran digital yang menghasilkan gaya pengujian maksimum  200/300 kN

4. WAW 1000A

WAW 1000A

WAW 1000A merupakan sebuah produk UTM yang dikendalikan oleh mesin servo hidrolik terutama ketika digunakan untuk mengeksekusi ketegangan, kompresi, uji lentur, dan sebagainya dari bahan logam.

Mungkin ada sebagian orang yang memang belum mengetahui bentuk dari UTM. Oleh karena itu, dengan adanya ulasan ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang Universal Testing Machine (UTM).

This website uses cookies.