Tech & Auto

Upaya Digitalisasi Aksara Nusantara Sukses Bikin UNESO Kepincut

Upaya Digitalisasi Aksara Nusantara Bikin UNESO Kepincut

Upaya digitalisasi aksara nusantara kembali menuai perhatian dari UNESCO, bahkan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mendapat undangan untuk memaparkan program digitalisasi beragam aksara di Indonesia.

Pandi diminta badan kebudayaan PBB, UNESCO untuk melakukan pemaparan konsep program yang bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Indonesia pada November nanti di Paris, Perancis. Diketahui, UNESCO bakal mengadakan konferensi umum yang dihadiri oleh banyak negara menjelang akhir tahun 2021.

Kegiatan itu berisi laporan tentang implementasi atau pun pencapaian yang berkaitan dengan rekomendasi bidang pendidikan, kebudayaan. Salah satunya yaitu terkait rekomendasi bahasa daerah. Menurut Advisor for Communication and Information UNESCO, Ming-Kuok LIM, agenda itu sangat selaras dengan Pandi yang sedang memperkenalkan program digitalisasi aksara nusantara. UNESCO disebut dapat memperkenalkan lebih luas ke dunia internasional melalui konferensi tersebut.

“UNESCO membantu memberikan informasi mengenai diskusi bersama Pandi tentang Bahasa Asli Indonesia (Aksara Nusantara). Dan menanyakan bagaimana kita dapat melaporkan ini di Konferensi umum. UNESCO bakal mencari cara dan informasi supaya Pandi dapat memberikan laporannya langsung,” kata Ming dalam keterangan.

Konferensi Umum UNESCO, mengakui pentingnya mengenalkan multibahasa dan akes yang adik ke informasi serta pengetahuan, utamanya di domain publik. Dikatakan Ming, UNESCO akan berperan utama dalam mendorong akses untuk informasi multibahasa dan keragaman budaya di jaringan internasional. Bukan itu saja, UNESCO juga akan mengajak negara anggotanya untuk mendukung pengembangan informasi multikultural.

“Mengadopsi rekomendasi tentang promosi dan penggunaan dan akses multibahasa universal ke internet. Terdapat usulan untuk langkah-langkah yang mendorong akses internasional dan layanan digital. Selain itu, memfasilitasi juga pelestarian keragaman budaya serta bahasa. UNESCO sudah mengirim surat kepada Pandi guna melakukan komunikasi bersama Kominfo tentang rekomendasi itu,” sambung Ming.

Kata Ming, Pandi mungkin dapat berkoordinasi bersama Kominfo dan Kemenlu terkait bagaimana cara mereka untuk mengirim informasi yang akan dilaporkan saat Koferensi Umum UNESCO 2021.

Lihat Juga: Budaya Hawker Singapura Diakui Sebagai Warisan Dunia Takbenda Oleh UNESCO

“Walaupun birokrasi di tiap negara sedikit berbeda. Mungkin Pandi bisa berkomunikasi bersama Kominfo tentang proses yang dilakukan Pandi dalam mengenalkan dan digitalisasi Aksara Nusantara yang harus dilaporkan lagi ke konferensi umum. Ini sangat selaras mengingat Dekade Internasional Bahasa Pribumi (2022-2021) dimulai tahun 2021,” ujar Ming.

Di kesempatan lain, Alicia Nabilla, staf yang dipercaya menjadi koordinator penghubung antara UNESCO dan Pandi, mengatakan kalau Pandi sudah berkoordinasi bersama Kominfo.

“Sudah mulai terjalin koordinasi antara Pandi dan Menkominfo atas arahan Bpk Semmy A Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo. Hanya mengatur agenda pembahasan teknis, sebelum nanti berkoordinasi bersama Kemenlu,” kata Alicia.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top