Tekno & Auto

Sistem Keamanan Siber BI Diretas, Ini Data yang Dicuri!

Sistem Keamanan Siber BI Diretas, Ini Data yang Dicuri!

Bagaimana bisa sistem keamanan siber BI Diretas? Lalu data apa saja yang berhasil diambil?

Sistem keamanan siber Bank Indonesia (BI) ditembus oleh peretas global pada, Senin (17/1/2022). Sejumlah data non kritikal pun berhasil dicuri oknum. Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiawan memaparkan data milik BI yang diretas adalah data sejumlah karyawan.

"Data-data seperti: peminjaman laptop, permintaan Swab, pengurusan pembuangan sampah, proposal-proposal acara," ujar Anton seperti mengutip laman CNN Indonesia, Kamis (20/1/2022).

Ia menjelaskan data-data itu berasal dari kantor cabang BI Bengkulu.

"Tim BSSN dan BI melakukan verifikasi terhadap konten dari data yang tersimpan, data yang tersimpan diindikasikan merupakan data milik Bank Indonesia cabang Bengkulu," jelas dia.

Lihat Juga: Bank Indonesia Larang Menggunakan Uang Kembalian Dengan Permen

Sistem keamanan siber BI diretas oleh kelompok siber yang menamakan dirinya geng ransomware Conti. Mereka sukses meretas 16 perangkat komputer alias PC yang dipakai karyawan BI. Padahal, menurut kabar teranyar, perangkat tersebut telah diamankan dengan memutuskan server untuk mencegah pencurian data-data penting.

"Serangan tersebut sudah dilaporkan oleh pihak BI ke BSSN pada tanggal 17 Desember 2021," tutur Anton.

Sejak itulah kedua instansi melakukan koordinasi untuk melakukan langkah mitigasi pada insiden keamanan siber itu. Diketahui kabar sistem keamanan siber BI diretar pertama kali dilaporkan oleh akun Twitter Dark Tracer. Melalui unggahannya, akun itu menyebut Bank Indonesia menjadi korban serangan geng ransomware Conti.

"(ALERT) geng Conti ransomware mengumumkan "BANK OF INDONESIA" masuk dalam daftar korban," tulis Dark Tracer di Twitter resminya, Kamis (20/1/2022).

Lihat Juga: Sering Kena Bajak? Inilah Cara Mengetahui Dan Menghentikan Whatsapp Dari Pembajakan Hacker

Sistem Keamanan Siber BI Diretas: Antisipasi dari BSSN

Anton mengatan Bank Indonesia sudah melakukan beberapa langkah penanganan, terutama pada perangkat yang terdampak peretasan. Berikut ini langkah-langkah yang sudah dilakukan BI untuk menangani kasus serangan siber:

1.     Melakukan isolasi PC yang terdampak ransomware dan memutuskan hubungan server kategori kritikal supaya tidak terdampak ransomware.

2.     Memusnahkan atau eradikasi file-file yang diduga jadi penyebab penyebaran ransomware.

3.     Melakukan monitoring berkaitan dengan indikasi eksfiltrasi data yang terjadi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top