Tekno & Auto

Viral Mesin Pencari Gatotkaca, Sindiran Buat Menkominfo?

gatot kaca mesin pencari

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate beberapa waktu lalu sempat menyampaikan rencananya untuk membangun mesin pencari Gatotkaca. Tapi, bagaimana kelanjutan wacana tersebut?

Wacana mesin pencari Gatotkaca itu pertama kali dikatakan Plate di kanal YouTube Deddy Corbuzier saat sedang ramai masalah pemblokiran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

“Bukan hanya aplikasi Instagram, TikTok, tapi search engine pun harus bisa kita,” kata dia saat ditanya apakah Indonesia mampu membangun aplikasi media sosial.

Lihat Juga: Ramai ‘Google Terus Berhenti’ Di Android Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Lebih lanjut, ia bercerita saat pertama kali menjabat sebagai Menteri Kominfo pada akhir 2019 lalu, dia memanggil tim dan menanyakan soal keinginannya membuat platform tersebut.

“Bisa tidak kita membuat search engine. Name it Gatotkaca misalnya,” ujarnya.

Muncul Laman Mesin Pencari Gatotkaca

browser gatot kaca

Beberapa hari setelah komentar Plate, warganet pun riuh di Twitter. Tidak lama kemudian, seorang netizen membuat mesin pencari Gatotkaca yang disebut sebagai karya putra bangsa.

Melalui laman https://gatotkaca.mooo.info/ mesin pencarian tersebut dapat diakses. Tetapi sayangnya, ketika dicoba untuk mencari kata kunci, muncul keterangan ‘Ya ndak tahu, kok tanya saya’.

Belum diketahui siapa yang membuat mesin pencari itu. Dari tampilannya, terlihat tulisan Gatotkaca! Yang warna masing-masing hurufnya berbeda, dilengkapi pula dengan kolom pencarian.

Lihat Juga: Google Luncurkan Fitur Tree Canopy Lab Untuk Bantu Selamatkan Dunia

Sebuah gambar karakter Gatotkaca lalu muncul saat pengguna menekan ikon kaca pembesar untuk mencari kata kunci yang dimaksud.

Dalam keterangannya, Senin (8/8/2022), Plate menyampaikan Indonesi berpotensi memiliki mesin pencari seperti milik perusahaan Amerika Serikat, Google.

Menurutnya, mesin pencari adalah bukti perkembangan teknologi di Tanah Air. Tetapi untuk mengembangkannya, Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah kendala.

“Saat ini kita belum menyiapkannya karena memang kita punya waktu dan biaya selama ini kan lebih banyak perhatiannya untuk menangani Covid-19,” kata Johnny kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Ia mengakui mengambangkan mesin pencari memang tidak mudah. Namun demi independensi, memiliki layanan tersebut dinilai cukup ideal.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top