Travel

10 Rumah Adat Nusantara ini Selain Unik Juga Menyimpan Makna Serta Mendunia !

Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo Flores

Indonesia yang kaya dengan adat budayanya sudah pasti kaya akan keanekaragaman rumah adatnya.

Memang ada ratusan rumah adat yang ada di Indonesia, bahkan mungkin sebagian sudah punah ! 

Namun ternyata rumah adat Indonesia ini beberapa diantaranya sudah mendunia, oleh karenanya wajib seluruh rakyat Indonesia menjaga dan melestarikannya, seperti :

Rumah Gadang – Sumatera Barat

Rumah Gadang – Sumatera Barat
Rumah Gadang – Sumatera Barat

Rumah Gadang merupakan rumah adat Minangkabau, Sumatera Barat. Masyarakat setempat juga sering menyebutnya dengan Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung. Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun demikian tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh Mendirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan tertentu yang sudah memiliki status sebagai nagari saja yang boleh didirikan Rumah Gadang ini.

Rumah Omo Sebua – Pulau Nias

Rumah Omo Sebua – Pulau Nias
Rumah Omo Sebua – Pulau Nias

Rumah ini merupakan adat yang dahulunya khusus dibangun untuk kepala adat desa. Rumah ini memiliki tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya dari serangan saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi dengan pintu jebakan. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, Omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Rumah Lamin – Kalimantan Timur

Rumah Lamin – Kalimantan Timur
Rumah Lamin – Kalimantan Timur

Rumah adat suku Dayak ini mempunyai arti rumah panjang kita semua. Hal ini karena rumah ini digunakan untuk beberapa keluarga yang tergabung dalam satu keluarga besar. Ciri dari rumah ini berbentuk panggung degan ketinggian kolong sampai 3 meter. Denah rumah ini berbentuk segi empat memanjang dengan atap pelana. Tiang-tiang rumah ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama menyangga rumah dari bawah sampai atap, bagian kedua merupakan tiang kecil yang mendukung balok-balok lantai panggung. Baik tiang utama maupun pendukung yang berada di bagian kolong terkadang diukir dengan bentuk patung-patung untuk mengusir gangguan roh jahat dan sangat full color sehingga disinilah letak keuinikannya.

Rumah Tongkonan – Toraja

Rumah Tongkonan – Toraja
Rumah Tongkonan – Toraja

Tongkonan merupakan rumah adat adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata Tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Atap rumah ini berbentuk melengkung menyerupai perahu. Rumah ini terdiri atas susunan bambu namun sesuai dengan perkembangan jaman saat ini sudah menggunakan atap dari seng.

Baca Juga : TORAJA : Kala Kematian Tiada Memisahkan

Pada bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Banyaknya tanduk kerbau menunjukkan status sosial si pemilik rumah. Di dindingnya, terdapat relief hewan dan tumbuhan yang sangat eksotik.

Rumah Malige – Sulawesi Tenggara

Rumah Malige – Sulawesi Tenggara
Rumah Malige – Sulawesi Tenggara

Rumah adat ini masih dapat dijumpai di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Rumah ini seakan-akan terdiri dari bagian kepala, badan, dan kaki yang sarat dengan falsafah orang Buton. Keunikan dari rumah ini ialah sama sekali tidak menggunakan paku namun dapat berdiri kokoh dengan jumlah empat lantai. Konon, dahulu masyarakat Buton jika akan pindahan, mereka harus turut membawa rumah mereka sebab rumah adat Buton ini seperti permainan bongkar pasang. Di atas atap, terdapat ukiran nanas dan naga yang merupakan lambang kerajaan dan kesultanan Buton. Keunikan lainnya ialah rumah ini tahan terhadap gempa !

Rumah Sade – Lombok

Rumah Sade – Lombok
Rumah Sade – Lombok

Uniknya, rumah suku Sasak  ini terbuat dari kayu sebagai penyanggga, bambu, bedek untuk dinding, jerami dan alang-alang untuk atapkotoran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran pengeras lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, abu jerami sebagai bahan pengeras lantai. Bangunan rumah dalam komplek perumahan Sasak terdiri dari berbagai macam diantaranya Bale Tani, Bale Jajar, Barugag/Sekepat, Sekenam, Bale Bonder, Bale Beleq Bencingah dan Bale Tajuk. Nama bangunan disesuaikan dengan fungsi masing-masing.

Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo Flores

Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo Flores
Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo Flores

Mbaru Niang merupakan rumah adat yang berada di Pulau Flores lebih tepatnya di kampong Wae Rebo. Rumah adat ini memang  sangat unik karena berbentuk dan memiliki lima lantai dengan tinggi sekitar 15 meter ! Saat ini rumah adat ini sudah sangat langka karena hanya tinggal beberapa buah saja. Letaknyapun sangat terpencil yaitu di kampung adat Wae Rebo yang terpencil di atas pegunungan. Usaha untuk mengkonservasi Mbaru Niang telah mendapatkan penghargaan tertinggi kategori konservasi warisan budaya dari UNESCO Asia-Pasifik tahun 2012.

Rumah Honai – Papua

Rumah Honai – Papua
Rumah Honai – Papua

Jika melihat rumah adat ini dari kejauhan, bentuknya menyerupai jamur. Bentuknya pun tidak ada duanya. Dindingnya terbuat dari kayu sedangkan atapnya terbuat dari rerumputan kering. Honai sendiri memiliki tiga tipe yaitu rumah Honai untuk lelaki, Ebei untuk wanita, sedangkan Wamai  untuk ternak alias kandang. Tapi, masyarakat biasanya akrab dengan nama sebutan Honai.

Rumah Krong Bade – Aceh

Rumah Krong Bade – Aceh
Rumah Krong Bade – Aceh

Bentuk rumahnya cukup unik karena menyerupai rumah kolong atau rumah panggung. Tinggi dan lantainya bertiang dalam bentuk persegi panjang. Rumah adat Krong Bade ini mempunyai tiga ruangan utama dan satu ruangan tambahan. Tiga ruangan utama ini biasa disebut serambi yang terdiri dari serambi depan, serambi tengah, dan serambi belakang. Sementara satu ruangan tambahan dijadikan dapur. Rumah ini dilengkapi dengan tangga yang kebanyakan berjumlah ganjil. Semua dindingnya juga berbahan kayu dengan variasi berbagai lukisan yang tertempel di dinding.

Rumah Rakit Limas – Bangka Belitung

Rumah Rakit Limas – Bangka Belitung
Rumah Rakit Limas – Bangka Belitung

Bentuknya rumahnya memang limas dan dalam wujud rumah panggung. Uniknya rumah ini mengapung diatas air oleh karenanya biasa disebut sebagai rumah terapung. Bahan utama dari rumah ini adalah kayu dan bambu. Tapi bambunya bukan jenis bambu sembarangan. Bambunya adalah Bambu Manyan. Bambu ini dikenal tahan lama dan bagus untuk dijadikan pelampung rumah adat Bangka Belitung ini.

Baca Juga : 7 Adat Istiadat Suku Banjar Kalimantan Selatan

Berminat tinggal di rumah seperti ini ?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top