Travel

Aturan dan Etika yang Mesti Ditaati Saat Berkunjung Ke Jepang

Negeri Bunga Sakura, Jepang, memang memiliki daya tarik minat wisatawan dikarenakan budayanya yang terjaga, tempat-tempat wisatanya yang menarik dan berbagai faktor lainnya. Pada tahun ini, dari Indonesia saja, wisatawan yang berkunjung ke Jepang meningkat 45,5 % dari tahun 2015 lalu dan mengalami peningkatan 45% pada bulan April dibanding tahun lalu. Sebanyak 271.000 orang Indonesia berkunjung ke Jepang untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di sana pada tahun ini. Sedangkan dalam peringkat dunia, Jepang berada di tempat ke 16 sebagai negara yang paling banyak dikunjungi setelah Malaysia dan Yunani.

Tak dapat dipungkiri setiap negara memiliki aturan dan etika tertentu untuk dipatuhi, termasuk Jepang. Anda berminat berkunjung di sana? Sebagai turis yang menghormati negara yang akan didatangi, tentu Anda perlu tahu apa saja aturan dan etika publik yang berlaku di sana untuk menghindari malu atau bahkan, sanksi. Apalagi, Jepang dikenal sebagai salah satu negara sangat menghimbau warga negaranya untuk taat aturan. Baik aturan tertulis maupun tidak tertulis. Aturan dan etika yang tidak tertulis itulah yang mesti Anda cermati kemudian taati. Tentu Anda tidak ingin dicap sebagai turis yang tidak taat aturan hanya karena tidak tahu, bukan? Simak artikel berikut untuk mengetahui apa saja aturan dan etika publik di Jepang yang mesti Anda taati ketika berkunjung ke sana.

Etika Berdiri di Eskalator

Etika satu ini penting Anda ketahui, mengingat eskalator adalah salah satu yang akan pertama kali Anda temui ketika Anda tiba di bandara Jepang. Di sana, Anda tidak boleh sembarangan melewati eskalator tanpa tahu etikanya.

Nyaris di setiap eskalator di Jepang, memiliki etika berbeda. Seperti di Tokyo, Anda harus memberi jalan bagi mereka yang terburu-buru dengan berdiri di sebelah kiri eskalator dan membiarkan eskalator sebelah kanan kosong. Di Kansai, sebaliknya, Anda harus berdiri di sisi kanan eskalator. Selain itu, Anda juga harus berpegangan pada rel eskalator. Terapkan etika ini ketika Anda berkunjung ke Jepang karena selain menghormati pengguna lain, hal demikian juga bisa mencegah kecelakaan eskalator.

Dilarang Merokok

Di Jepang, Anda hanya bisa merokok di smoking area. Pemerintah Jepang sangat menerapkan aturan dilarang merokok di tempat umum. Apalagi di kota-kota besar, Anda akan dikenakan sanksi berupa denda jika berani melanggar. Wah, sebaiknya Anda bersabar untuk tidak merokok sampai menemukan area merokok ya. Sayang kan, kalau dana traveling Anda dipakai untuk membayar denda yang cukup besar? Jangan khawatir tentang area merokok, di tempat umum di Jepang banyak sekali area tersebut sehingga Anda tidak perlu kesusahan karenanya.

Aturan Mengantre

Jangan pernah terpikir untuk menyerobot antrean di tempat-tempat umum di Jepang sekalipun antrean tersebut panjang dan Anda tidak memiliki cukup waktu. Dan jangan heran pula jika di sana Anda melihat orang-orang mengantre hanya pada satu barisan. Anda tetap harus mengantre dalam satu barisan sekalipun banyak bilik toilet dan mesin ATM tersedia.Warga negara Jepang memang sangat disiplin dalam mengantre dikarenakan ada peraturan resminya dan siapa pun termasuk turis dapat dikenakan sanksi jika melanggarnya.

Aturan Parkir

Baru-baru ini pemerintah Jepang mengeluarkan aturan baru tentang parkir mobil. Jika biasanya denda karena parkir secara ilegal diberatkan kepada pemilik mobil, maka di Jepang, pengguna mobil lah yang harus membayar denda. Jadi, walaupun Anda menggunakan mobil sewa, Anda tetap harus memarkir mobil dengan benar.

Etika Saat Berbelanja

Ketika Anda berbelanja di toko-toko di Jepang, mungkin Anda akan melihat ada wadah khusus di kasir. Wadah itulah tempat menaruh uang pembayaran. Anda tidak diperkenankan membayar langsung kepada kasir melainkan menaruh uang pada wadah tersebut. Ketika menerima kembalian dari kasir pun, ada etikanya. Anda harus menerima kembalian tersebut dengan dua tangan. Sekalipun Anda sedang membawa benda lain di tangan Anda, sebaiknya Anda meletakkannya lebih dulu agar bisa menerima kembalian dengan kedua tangan.

Memanggil pelayan saat Anda makan di restoran pun ada etikanya. Anda hanya boleh memanggil pelayan kalau pelayan tersebut sudah selesai melayani pelanggan lain. Sama seperti saat mengantre, di mana Anda tidak boleh menyela antrean, menyela giliran pelayanan saat di restoran pun tidak diperbolehkan. Tidak ada aturan tertulis yang mengatur etika ini, namun tetap saja, Anda akan dianggap tidak sopan jika melanggarnya.

Itulah beberapa etika dan aturan yang mesti Anda taati saat berkunjung ke Jepang. Beberapa mungkin memberatkan dan tampak merepotkan. Tapi, sebagai warga negara dan turis yang baik, tidak ada salahnya Anda mentaati aturan dan etika tersebut. Jika Anda ada di posisi mereka, tentu Anda tidak ingin  turis asing melanggar aturan dan etika negara Anda, bukan? Demikian, semoga dapat menjadi perhatian. Selamat berkunjung ke Jepang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top