Travel

Belanda : Desa Volendam, Kincir Angin dan Seribu Kanal yang Memukau

Belanda : Desa Volendam, Kincir Angin dan Seribu Kanal

Negeri Bunga Tulip yang berwarna, Negeri Kincir Angin nan cantik. Begitu kira-kira tanggapan yang pantas diberikan, jika ada yang bertanya bagaimana Belanda. Negeri yang luasnya tidak lebih besar dari Provinsi Jawa Timur ini, meski kecil, namun memiliki begitu banyak objek yang bisa kamu kagumi. Mulai dari hebatnya keberadaan Negeri ini yang berada 3 meter di bawah permukaan laut. Hingga beragam pemandangan indahnya. Bila traveller sudah berencana pergi ke sana, berikut destinasi wajib dikunjungi yang bahkan bisa ditempuh dalam seharian saja. Cek, yuk.

Desa Nelayan yang Cantik, Desa Volendam

Berjarak 20 KM dari Amsterdam, juga mudah diakses dengan transportasi umum membuat desa indah ini semakin sempurna saja jika dijadikan destinasi wisata. Terletak di Provinsi Holland Utara, desa ini disebut-sebut sebagai Kota Tua.

Di sini, rumah-rumah khas Belanda di tepi laut masih sangat terawat. Rumah tradisional yang dibuat dari papan kayu ini tidak memiliki pagar dan jarak dari satu rumah ke rumah lainnya berdekatan. Setiap rumah dicat sesuai warna yang diminati penghuni rumah, namun tetap memiliki beberapa detail keseragaman, membuat desa ini begitu memukau mata. Dengan halaman rumput yang kebanyakan dimiliki pemilik rumah, menciptakan kehangatan tersendiri yang selalu menarik para turis untuk berkunjung ke desa yang berkependudukan 16.800 jiwa ini.

Desa Nelayan yang Cantik, Desa Volendam

Ada sebuah toko–studio foto lebih tepatnya–yang berhasil memikat minat turis untuk datang ke sana.

Toko ini menawarkan pengunjung untuk berfoto mengenakan busana tradisional Belanda yang begitu legendaris, Kleder Dracht.

Hasil foto yang menjadi dokumentasi toko biasanya akan dipajang di depan etalase toko. Menarik, bahkan sejumlah tokoh dari Indonesia pun pernah berfoto di sini. Seperti politikus Rano Karno dan Penyanyi Senior, Titiek Puspa.

Perlu merogoh kocek seharga 15 Euro untuk bisa merasakan sensasi menjadi ‘Belanda’ sesungguhnya. Setiap detail akan dipasang rapi oleh pelayan. Mulai dari pakaian hingga berbagai aksesorinya.

Dan, busana tradisional ini ternyata masih digunakan sebagian orang di Desa Volendam, lo. Kebanyakan adalah perempuan. Mereka, menggunakan pakaian ini untuk pergi ke ladang. Desa Volendam ini memang masih menjaga sekali tradisi mereka, dan itulah yang membuat menarik. Mengetahui bagaimana suatu negara dahulu, sungguh terasa menyejukkan bila terbosankan dengan zaman yang semakin modern ini.

Ditambah dengan keberadaannya yang meskipun berada di tepi laut, desa ini tidak berbau amis. Malah sangat bersih dan suasananya menyenangkan dengan angin pantai yang sejuk.

Zaanse Schans, Tempat di mana Kincir Angin Menyejukkan Mata

Kesan Belanda begitu melekat di desa yang berjarak 25 KM dari Volendam ini. Dalam setahun setidaknya satu juta turis datang berkunjung ke desa ini. Daya pikat utamanya adalah keberadaan delapan kincir angin yang saling berdekatan. Memang, sebenarnya banyak negara yang juga memiliki kincir angin yang menjamur di mana-mana. Tapi, hanya Belanda yang masih melestarikan kincir angin hingga sekarang.

Zaanse Schans, Tempat di mana Kincir Angin

Sejak abad 13 Belanda sudah menggunakan kincir angin untuk memompa laut sehingga terbentuknya daratan. Sekarang, sebagian kincir angin di Zaanse Schans masih ada yang digunakan, ada juga yang tidak. Salah satu yang masih digunakan fungsinya adalah Kincir Angin De Kat. Kincir angin ini dulu dioperasikan untuk memproduksi bubuk pewarna buatan dan kini, fungsinya adalah sebagai tempat wisata edukasi. Dengan membayar 4 Euro atau sekitar Rp. 65.000-, pengunjung dapat melihat langsung cara kerja kincir ini.

Di desa ini kamu juga bisa menggunakan perahu untuk berkeliling desa, menyusuri setiap kanal seraya menikmati tradisonalnya yang menarik. Puaskan destinasi.

Amsterdam, Kota Seribu Kanal

Ibukota Negara Kincir Angin ini juga menyimpan beragam pilihan wisata. Salah satunya adalah, berkunjung ke alun-alun kota, Dam Square. Meski menjadi kota padat dan tersibuk dibanding kota-kota lain di Belanda, alun-alun yang ada di kota ini pengguna sepeda dan pejalan kaki masih menjadi raja. Kamu juga bisa bermain dan memberi makan burung-burung merpati, yang kerap memperindah kota.

amsterdam kota seribu kanal

Lalu, sebagai negara yang berada di bawah permukaan laut, wisata menyusuri sungai menjadi daya tarik utama. Menikmati satu jam perjalanan keliling kota dari atas perahu tidak boleh terlewatkan. Rasakan sendiri bagaimana takjubnya kota yang berada di bawah permukaan laut ini tidak pernah tenggelam berkat segala teknologi dan bendungan yang akan bekerja otomatis saat hujan lebat terjadi.

Harus juga bagimu, untuk menikmati jajanan favorit Amsterdam, Fish and Chips dan kentang goreng yang dipadukan dengan mayonaise dan lemon.

Bahkan kamu akan begitu terhanyut oleh beragam keindahan yang ada di Negeri Kincir Angin ini. Satu hari terasa cepat terlewati, namun kenangan tentang betapa indahnya tempat-tempat di atas akan selalu membekas tak terlupakan. Siap pergi ke sana?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top