Travel

‘Kangen-kangenan’ di Pasar Kangen

pasar kangen jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta, sesuai dengan namanya daerah ini memang istimewa. Yogyakarta memiliki magnet untuk membuat orang-orang ingin datang kembali. Yogyakarta menyimpan banyak sejarah, cerita, hingga kenangan, apalagi bagi orang yang pernah mendiami Yogyakarta. Bagi Anda yang merindukan Yogyakarta, Anda wajib datang ke Pasar Kangen. Di tahun 2015 ini, Pasar Kangen diselenggarakan mulai tanggal 25-30 Agustus yang bertempat di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Sesuai dengan namanya, Anda bisa bernostalgia dengan kehidupan masa lalu Yogyakarta, terutama kuliner tradisionalnya. Ada berbagai kuliner tradisional, tidak hanya yang berasal dari Yogyakarta tetapi juga dari beberapa daerah lain di Pulau Jawa. Kuliner-kuliner tersebut yaitu Sate Klathak khas Bantul, aneka macam wedang (wedang uwuh, wedang secang, wedang kunir asem, dan lain-lain), soto Pacitan, gethuk, nasi brongkos, nasi liwet, dan lain-lain. Selain kuliner tradisional, Anda juga bisa menemukan kuliner modern ataupun kuliner tradisional yang sudah dimodifikasi, seperti ketan susu dengan beraneka toping (keju,
oreo, strawberry, dan lain-lain), cilok setan, batagor, dan milkshake. Para penjualnya menggunakan pakaian batik. Harga kuliner di sini pun terbilang cukup murah dan tentu saja memanjakan lidah.

Di Pasar Kangen, selain kuliner juga terdapat barang dagangan yang lain. Barang dagangan tersebut antara lain pakaian, souvenir, aksesoris dan pernak-pernik. Ada juga barang dagangan yang bisa dikatakan unik seperti batu akik, mata uang rupiah edisi lama, piringan hitam, gerabah, dan majalah edisi lama. Untuk gerabah, Anda bahkan bisa melukisnya sendiri. Bagi Anda yang menyukai ramalan, di Pasar Kangen ada stand tarot.

Di bagian dalam gedung utama TBY terdapat pameran lukisan dengan tema “Drawing Nusantara”. Lukisan-lukisan yang dipamerkan tidak hanya menggunakan media kanvas, tetapi juga kain dan lantai. Selain itu, lukisan-lukisan tersebut dilukis menggunakan arang, kapur, pensil, bolpoin, dan spidol. Unik, bukan? Kemudian selain memamerkan lukisan, di Pasar Kangen ada penampilan-penampilan seni seperti jatilan muntilan dan dance teater.

Suasana Pasar Kangen mulai ramai di sore hari apalagi malam hari. Suasana juga semakin meriah karena ada pembawa acara yang lucu dan kocak. Dengan logat jawa Yogyakarta yang medhok, ia mempromosikan stand-stand yang ada. Misalnya untuk mempromosikan serabi, ia mengatakan, “Serabi di kocor… kocor… asik”. Pengunjung yang mendengarnya pun senyum-senyum sendiri.

Pengunjung Pasar Kangen tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat Yogyakarta, tetapi juga wisatawan lokal bahkan hingga mancanegara. Orang-orang yang berkunjung pun berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar atau mahasiswa, fotografer, dan penikmat seni. Semua bercampur menjadi satu, berbaur, terlihat sangat harmonis. Pemandangan tersebut seakan menampar kita bila mengingat bagaimana
keadaan masyarakat Indonesia yang mudah sekali tersulut konflik. Seandainya masyarakat Indonesia bisa seharmonis seperti di Pasar Kangen, tentu negara ini akan aman dan damai.

Event tahunan ini sayang untuk dilewatkan. Anda tidak akan merasa rugi. Ada banyak hal selain perut kenyang yang kita dapatkan di sini jika kita mau berdiam sejenak memperhatikan sekitar dan mengambil pelajaran. Ya, Pasar Kangen menyimpan kenangan indah dalam benak orang-orang yang mengunjunginya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top