Travel

Konsep Home Sharing AirBnb Capai Rp. 1 Triliun di Indonesia

Konsep Home Sharing AirBnb Capai Rp. 1 Triliun di Indonesia

Konsep home sharing yang diusung AirBnb membawa manfaat besar bagi masyarakat, mulai diversifikasi pariwisata hingga menghasilkan aktivitas ekonomi yang signifikan bagi warga lokal. Hingga kini, lebih dari 880.000 tamu datang ke Indonesia dengan menggunakan jasa AirBnB. AirBnB di Indonesia meraih pemasukan Rp1 triliun lebih dalam setahun terakhir.

“Konsep home sharing juga membantu menyalurkan manfaat wisata di luar destinasi liburan pada umumnya, memungkinkan beragam komunitas memperoleh manfaat dari pariwisata dan perhotelan,” ungkap Head of Public Policy AirBnB Southeast Asia Mich Goh, Senin (25/12/2017).

AirBnB dipastikan mendapat 97% biaya dikenakan kepada penyewa. Setahun terakhir, tuan rumah AirBnB di Indonesia 28,4 juta dengan total pendapatan seluruh tuan rumah Rp1,15 triliun. “Kami mendorong jumlah masyarakat untuk berwisata dan berbelanja di lingkungan lokal sekitarnya. Ini berarti sebagian besar uang dihasilkan oleh platform AirBnB tetap berada di masyarakat setempat,” ujarnya.

Robin Kwok, Country Manager Airbnb for Southeast Asia, Hong Kong and Taiwan menjelaskan secara global, 74% daftar Airbnb berada di luar distrik hotel utama. Saat ini, wisatawan Indonesia melakukan 470.000 perjalanan keluar selama setahun terakhir, meningkat 134% dari tahun sebelumnya. “Orang Indonesia kebanyakan menggunakan Airbnb untuk menjelajahi kawasan Asia Pasifik, Tokyo, Osaka, Singapura, Seoul, Melbourne dan Kyoto,” ungkap dia.

Selain Bali sebagai destinasi populer berwisata, masyarakat Indonesia juga menggunakan Airbnb untuk bepergian lebih jauh, termasuk ke London dan Los Angeles. Airbnb melihat, orang Indonesia kini sedang menjelajahi konsep home sharing ini. “Usia rata-rata seorang wisatawan dari Indonesia 31 tahun,” sambungnya.

Airbnb memiliki 40.600 daftar akomodasi di Indonesia dan bertambah dua kali lipat setiap tahun. Di Bali, misalnya, Airbnb memiliki daftar yang sesuai keinginan setiap wisatawan. Misalnya menginap di rumah tradisional joglo yang menghadap sawah khusus wisatawan yang sedang mencari jati diri.

Pengguna jasa AirBnb Alea, misalnya, sudah merencanakan liburan akhir tahun sejak dua bulan lalu. Tahun ini ibu satu anak ini memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berbeda. “Karena liburannya cukup lama, saya tidak menginap di hotel. Saya memilih menyewa apartemen, lalu berpindah di rumah orang lain melalui AirBnB, dan terakhir menyewa vila. Semuanya lewat AirBnB,” paparnya.

Banyak alasan yang membuat Alia memilih memakai jasa AirBnB yang menekankan pada economy sharing itu. Salah satunya adalah, dia membawa putrinya yang masih berusia 5 tahun. “Saya butuh homey feeling. Membuat liburan ini menjadi nyaman, karena saya berpindah-pindah tempat. Takutnya anaknya jadi bosan,” ujarnya yang memilih berpetualang mengelilingi Pulau Bali tersebut.

Diakui, selain seru karena menginap di “rumah orang” memberikan pengalaman yang berbeda, ada juga rasa nyaman. “Ini bukan pertama kali saya menggunakan jasa ini. Biasanya untuk keperluan pekerjaan. Kali ini saya memakai untuk liburan bersama keluarga,” tutur Alea.Konsep Home Sharing AirBnb Capai Rp. 1 Triliun di Indonesia

Wanita berusia 29 tahun itu menambahkan, pertama mengenal AirBnB ketika melancong ke Spanyol dan beberapa negara Eropa lainnya awal tahun ini. Lantaran khawatir adanya perubahan rencana, maka berkat bujukan seorang kawan, Alea memilih menggunakan AirBnB. “Justru dengan AirBnB komunikasi (dengan pemilik) amatlah mudah. Mau datang lebih cepat, atau datang terlambat, minta jemput, minta antar, asal dikomunikasikan, biasanya host kita tak keberatan,” paparnya.

Di Spanyol, Alea memilih apartemen yang tak jauh dari landmark ternama, Sagrada Familia. Di lokasi strategis tersebut, Alea hanya butuh jalan kaki sekitar lima menit untuk menuju Sagrada Familia atau untuk naik kereta bawah tanah. Tak hanya itu, harga yang ditawarkan pun luar biasa terjangkau, yakni USD40 untuk dua kamar per malam.

“Apartemen tersebut memiliki lima kamar. Kami menyewa dua kamar, satu kamar ditempati pemilik apartemen, dan sisanya juga disewakan,” imbuh Alea.

Dalam menyewa AirBnB, ada keunikan lain. Bila menyewa apartemen yang memiliki beberapa kamar, kemungkinan besar kita akan serumah dengan penyewa lain. “Seru lantaran bisa berkawan dengan orang-orang baru yang berasal dari berbagai negara,” ujarnya.

Dalam menggunakan jasa AirBnB, ada beberapa opsi, yakni tinggal dengan host alias pemilik properti, seperti pengalaman Alea di Spanyol, atau bahkan menyewa seluruh properti untuk pribadi. “Ada beberapa pilihan dan amat mudah dalam memilih karena aplikasinya gak rumit,” kata Alea.

Aura memiliki alasan lain dalam menggunakan jasa AirBnB. “Ekonomis! Jatah hotel bisa dipakai untuk dua atau tiga hari jika tinggal di AirBnB. Selain itu, homey-nya dapet banget,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top