Travel

Mengintip Lima Kota Utama Andalusia

Apakah akhir tahun ini atau tahun depan kamu telah berpikir untuk merencanakan bepergian atau traveling ke manca negara bersama sahabat atau keluarga? Jika pada umumnya orang-orang memilih berwisata ke kota-kota seperti Tokyo, London, Paris, atau paling tidak Singapore, bagaimana jika kali ini kamu arahkan  perhatian kamu ke Andalusia?

Andalusia yang ber-ibukota Sevilla, merupakan wilayah otonomi yang berada di Spanyol. Nama Andalusia sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu : Al-Andalus, yang merujuk pada bagian jazirah Iberia yang pada masa lalu berada di bawah pemerintahan kaum Muslim. Di wilayah inilah pintu masuk agama Islam di wilayah Spanyol. Meskipun telah lima abad lamanya kepemimpinan Islam telah berlalu dari Granada, namun pengaruh dari bangsa Moor yang menganut agama Islam masih demikian terasa pada arsitektur, pakaian serta berbagai kegiatan warga disana.

Tertarik? Berikut ini mari kita lirik lima kota utama nan cantik di Andalusia

Cordoba atau Qurtubah

Lokasinya berada di sebelah barat Spanyol, berpenduduk 300.000 jiwa dan merupakan kota besar di Andalusia. Kota ini pada awalnya diberi nama Iberi Baht setelah dibangun pada masa pemerintahan Romawi yang berkuasa di Guadalquivir. Lima abad setelah itu, kota ini berada dalam kepemimpinan Bizantium, di bawah komando Raja Goth Barat.

Islam memasuki kota ini pada tahun 93 Hijriah atau 711 Masehi dibawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad. Masjid Jami’ Cordoba terhitung sebagai kara agung dalam bidang seni bangunan yang didirikan pada masa Abdurrahman ad-Dakhil. Masjid ini tetap berdiri hingga kini dilengkapi seni dan artefak ala Islam lengkap  dengan mihrab-mihrabnya. Kini, masjid ini berubah fungsi menjadi Gereja Katedral setelah Cordoba berhasil ditaklukkan dan dirombak dengan mambuang beberapa kubah serta ornamen ke-Islamannya.

Cordoba sejak masa  perkembangannya kemudia telah menjadi pusat perkembangan ilmu, pengetahuan, kesenian dan kesusastraan. Pada masa kini dihiasi patung Maimonidas dan Ibu Rushdi untuk menghormati putra asli Cordoba. Tak jarang, festival musik dan budaya digelar untuk merayakan warisan Islam di Spanyol.

Granada atau Gharnatah

Kerajaan Nasriyyah atau juga dikenal sebagai kerajaan Banu Nasr/Banu al-Hamar yang merupakan kerjaan Islam terakhir yang memerintah di wilayah Andalusia (1238-1492M atau 635-897H). Pada masa pemerintahan kerajaan ini, Andalusia mencapai era gemilang tamadun kesenian berbau Islam dengan mulai terbinanya istana Alhambra (al-Hamra’) pada puncak Banjaran Sierra Nevada ( Jabal Shalir/al-Thalj) di Granada yang menjadi the artistic genius of Muslim Spain (Chejne 1974 :360). Granada menjadi kota yang penting pada masa menjamurnya taifa di Andalusia. Yahudi dan Muslim bermigrasi dari kota terdekat beranama Elvira menuju Granada.

Pada abad ke-18 dan ke-19, kota ini diperluas. Saat ini Granada adalah kota metropolis yang memiliki populasi 500 ribu jiwa. Warisan kota tua Islam masih dapat ditemui di kota ini, salah satunya adalah Albaicin. Kawasan tersebur dikenal di kalangan wisatawan sebagai pusat kafe dan juga kerajinan tangan. Daya tarik wisata lain disana adalah Alhambra. Dinasti Nasrid membangun kompleks istana yang teramat luas di atas sebuah bukit. Taman disana, air mancu serta tanah lapang yang tersisa mampu menarik setidaknya enam juta wisatawan pada tiap tahunnya. Oleh karena itu, situs yang satu ini merupakan salah satu situs bersejarah paling banyak diminati dan dikunjungi wisatawan di Eropa.

Madrid atau al-Majreet

Kota Madrid yang merupakan ibukota Spanyol ini merupakan sebuah kota cosmopolitan yang terletak di jantung Spanyol. Penduduk di kota ini mencapai 3,5 juta jiwa. Bukti arkeologi telah menunjukkan bahwa permukiman bangsa Romawi telah terdapat disana semenjak abad kedua sebelum masehi, atau lebih tepatnya pada tepian sungai Manzanares. Referensi tekstual Madrid di abad ke-11 mengungkapkan bahwa Madrid merupakan salah satu kota yang berada di garis depan pada bagian utara Andalusia pada masa kekhalifahan Umayyah. Nama kota ini, yaitu Madrid, diambil dari turunan Bahasa Arab  : Al Majreet yang berarti kanal air. Istilah ini merujuk pada teknik irigasi terbaru yang digunakan komunitas muslim di area yang tandus.

Sevilla atau Ishbiliyah

Kota ini, pada era kerajaan Romawi dikenal sebagai kota pelabuhan, Hispalis. Lokasi kota ini terdapat di tepian sungai Guadalquivir, sehingga Sevila menikmati akses terbuka dan langsung menuju Samudera Atalantik.

Pada masa kepemimpinan Muslim, Sevilla menikmati kejayaannya. Kota ini menjadi ibukota Almoravid dan Almohad Spanyol. Kota ini bahkan kerapkali bersaing dengan Cordoba sebagai pusat ilmu pengetahuan serta kemakmuran. Pasca serangan kaum Viking ke kota tersebut pada abad ke-9, kekhalifahan Umayyah yang pada saat itu dipimpin Abdul Rahman II membangun pangkalan udara dan juga menara-menara pengawas untuk melindungi kekuasaan mereka.

Pada tahun 1992 yang lalu, Sevilla menggelar Universal Exposition yang merupakan salah satu hajatan beesar di Spanyol, mengindikasikan negara ini merupakan negara demokratis dan modern di wilayah Eropa. Sevilla saat ini merupakan kota yang memiliki kekayaan seni, budaya , juga merupakan kota keuangan pada bagian selatan Spanyol. Kota metropolitan ini memiliki populasi mencapai 1.3 juta jiwa.

Toledo atau Tulaytulah

Kota ini terletak 70 kilometer pada sebelah barat daya kota Madrid. Toledo adalah kota yang terletak di perbukitan di atas dataran tinggi La Mancha. Pada masa kerajaan Romawi, Toledo menjadi lokasi strategis bagi rute dari Emerita (Merida modern di barat daya) menuju kea rah Caesar-Agusta (Zaragoza modern) di timur laut. Kota ini kemudian menjadi basis Gereja Spanyol pada era Visigothic hingga pada abad ke-16. Kota ini selanjutnya menjadi kota kunci pada era Andalusia di masa kepemimpinan Islam dibawah kekhalifahan Umayyah.

Pada masa kini, Toledo dikenal dengan mazapan (marzipan), yaitu kudapan yang dibuat dari bahan gula, telur dan kacang almond. Kudapan ini diperkenalkan oleh bangsa Persia ke wilayah Andalusia. Kota ini juga dikenal dengan produk logam yang kentak dengan kebudayaan Islam. Nuansa abad pertengahan beitu terasa pada jalan-jalan disana dengan tepian batuan disertai aneka kerajinan. Dengan populasi kurang lebih 75 ribu orang, UNESCO menetapkan Toleda sebagai salah satu Situs Warisan Dunia pada  tahun 1986.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top