Travel

Merayakan Imlek di Singkawang Negeri Seribu Kelenteng

Sebentar lagi Tahun Baru Cina atau lebih dikenal dengan istilah Imlek dan suasananya sudah sangat terasa terutama  suasana Imlek di Singkawang, Kalimantan Barat. Sejak beberapa tahun belakangan ini, Singkawang yang mayoritas masyarakat adalah etnis tionghoa akan mengadakan perhelatan besar-besaran untuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh, mungkin justru yang terbesar di Indonesia.

Hotel dan Penginapan Habis Dipesan

Saat ini rata-rata hotel-hotel di Singkawang sudah full booked. Seperti yang dikutip dari Antara, General Manager Hotel Swiss-Berinn Singkawang mengaku agak kewalahan menerima pemesanan kamar yang sudah dilakukan sejak bula November 2016 padahal hotel yang terletak di komplek Singkawang Grand Mall ini memiliki lebih dari 100 unit kamar dan sampai hari ini kamar tersebut sudah habis dipesan khusus untuk perayaan Imlek di Singkawang dan Cap Go Meh bulan Februari mendatang.

Bersamaan dengan Pilkada Serentak 2017

Seperti yang disampaikan oleh Wijaya Kurniawan yang merupakan ketua panitia acara kepada CNN Indonesia, tidak masalah perayaan Cap Go Meh dan Imlek di Singkawang tahun ini bersamaan dengan Pilkada 2017 karena yang terpenting adalah selalu saling menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Wijaya juga mangatakan bahwa dia akan fokus untuk memastikan bahwa kedua perayaan tersebut akan tetap dilaksanakan secara meriah seperti tahun-tahun sebelumnya atau mungkin tahun ini akan lebih meriah lagi.

Singkawang Kota Seribu Kelenteng

Kelenteng dan Mesjid di Singkawang

Singkawang – Ketika Kelenteng Utama dan Mesjid Besar berdiri berdampingan di pusat kota

Walaupun Singkawang memiliki mayoritas etnis tionghoa sebagai penduduknya sehingga dikenal dengan nama kota seribu kelenteng, Singkawang juga terkenal dengan sebutan kota amoy, panggilan khas untuk wanita tionghoa.Namun tingkat toleransi di kota ini sangatlah tinggi mengingat segala jenis etnis mulai dari tionghoa, melayu, dayak, jawa dan etnis-etnis lainnya bisa hidup rukun dan berdampingan. Hal ini bisa dilihat dari aktifitas keseharian, asimilasi kuliner termasuk harmonisasi kebudayaan. Salah satu contohnya adalah Pawai Tatung yang merupakan puncak acara saat Imlek dan Cap Go Meh. Walaupun Imlek adalah hari besar etnis tionghoa tapi Pawai Tatung tidak hanya diikuti oleh orang keturunan tionghoa saja karena hampir setengah yang mengikuti ritual tatung adalah orang dayak dan yang menjadi barongsai tidak hanya orang tionghoa dan dayak saja orang melayu juga banyak.

Tujuan Wisata

Buat kamu yang penasaran tentang seberapa serunya acara perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang mungkin tidak ada salahnya untuk meluangkan sedikit waktu untuk berwisata. Tidak hanya sekedar menyaksikan Pawai Tatung yang legendaris yang dianggap sebagai atraksi kesaktian yang terbesar di dunia tapi juga menikmati keindahan alam di sekitar Singkawang seperti Rindu Alam dimana kamu bisa menikmati pemandangan kota Singkawang dari ketinggian, Pantai Pasar Panjang yang menjadi icon wisata di Singkawang serta luangkan sedikit waktu untuk menjelajahi kelenteng atau kuil yang tersebar di seluruh kota Singkawang dan tentunya menikmati kuliner-kuliner khas Singkawang seperti kwetiaw, caikue, kopi pancong dan masih banyak lagi.

Rindu Alam Singkawang

Wisata Singkawang: Rindu Alam

Untuk mencapai kota Singkawang tidak sulit walaupun tidak praktis. Jika kamu berasal dari luar Kalimantan Barat maka kamu harus memesan tiket tujuan Pontianak terlebih dahulu dan kemudian dari Pontianak kamu bisa menggunakan mobil (sewa mobil atau menggunakan jasa travel) untuk menuju kota Singkawang. Waktu tempuh tidak terlalu lama sekitar dua sampai tiga jam tergantung kondisi lalu lintas yang biasanya ramai, namun sangat direkomendasikan untuk membawa kendaraan sendiri selama di Singkawang karena seperti pada umumnya kota-kota di Kalimantan Barat, Singkawang juga tidak memiliki saranan transportasi umum.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top