Travel

Oleh-oleh Bersejarah dan Menggiurkan dari Beragam Kota di Indonesia

Oleh-oleh Bersejarah dan Menggiurkan dari Beragam Kota di Indonesia

Berkeliling kota-kota di Indonesia rasanya tidak lengkap bila tidak membeli oleh-oleh berupa makanan atau minuman khas kota tersebut. Sedangkan, agar semakin terasa kental khas kota tersebut alangkah lebih nikmatnya bila kita bisa membeli oleh-oleh yang memang rasanya sudah tak diragukan lagi karena makanan atau minuman tersebut masih menjaga keaslian resep sejak berpuluh tahun lalu. Berikut 7 makanan dan minuman khas yang ‘bersejarah’ tersebut.

1. Wingko Babat Cap Kereta Api

Meski cukup terkenal di Semarang, namun sebenarnya penganan yang terbuat dari ketan dan kelapa ini berasal dari Daerah Babat, Lamongan, Jawa Timur. Adalah Loe Lan Ing, yang pertama membuat Wingko Babat, kemudian dipopulerkan dan diproduksi kembali di Semarang oleh adiknya, Lo Han Hwa dengan merek Wingko Babat Cap Sepoor . Wingko Babat Cap Sepoor kini sudah berganti nama menjadi Wingko Babat Cap Kereta Api, dan sampai sekarang masih diproduksi oleh generasi keempatnya, yakni Ibu Kristina.

2. Ting-Ting Gepuk Cap Klenteng

Makanan manis yang terbuat dari kacang tanah yang ditumbuk dan gula ini dibuat pertama kali oleh Khoe Tjong Hok pada 1920 dengan menggunakan merek Cap Kelenteng. Oleh-oleh khas Salatiga ini memang dulunya dibuat oleh Khoe Tjong Hok pertama kali di dalam kelenteng Hok Tek Bio. Saat ini, usaha Ting-ting Gepuk Cap Klenteng diteruskan oleh generasi ketiga.

 

3. Sirup Tjampolay

Sirup ini pertama dibuat oleh Tan Tjek Tjiu pada tahun 1936. Minuman khas Cirebon ini mulanya hanya memiliki 3 varian rasa. Seiring berjalannya waktu, sirup ini memiliki berbagai macam rasa yang variatif, salah satu yang menjadi rekomendasi adalah Sirup Tjampolay rasa pisang susu. Sejak dulu kala, kemasan sirup ini tidak pernah berubah. Dikemas dalam botol kaca dan dibalut dengan label kertas dan penutup botol berciri khas.

4. Bipang Jangkar

Sejarah nama Bipang diambil dari Bahasa Tiongkok, Bi artinya beras, sedangkan Pang artinya wangi. Jaman dulu, yang pertama kali membuatnya adalah Kwee Pwee Bok dengan menggunakan merek Bipang Jangkar yang terdaftar pada tahun 1949. Makanan ringan khas Pasuruan ini mulanya hanya dibungkus kertas dan mempunyai satu varian rasa saja, yaitu vanila. Bipang Jangkar ini cocok dijadikan oleh-oleh, apalagi semenjak tahun 1980-an, Bipang Jangkar ini sudah berevolusi menjadi memiliki beraneka varian rasa.

5. Bakpia Pathok 25

Dinamakan Bakpia Pathok karena memang Bakpia ini berasal dari Daerah Patuk, Gunung Kidul, Jogjakarta. Sejak dulu, sampai sekarang diproduksi oleh generasi penerusnya, rasa khas Bakpia Pathok 25 ini tetap terjaga. Maka tak heran bila Bakpia Pathok 25 ini disebut-sebut sebagai salah satu bakpia legendaris di Kota Gudeg.

6. Spikoe Resep Kuno
Kue lapis yang memang hingga kini masih memelihara resep kunonya ini, diproduksi oleh Nyonya Santoso pada tahun 1976. Dibuka kembali oleh anak tertua keluarga Santoso, Paulus Santoso, pada tahun 2002 setelah lama tutup. Ciri khas kue lapis khas Surabaya ini adalah bertekstur lembut karena selama proses pembuatannya menggunakan kurang lebih sekitar 30 telur ayam, dan selalu memiliki warna tiga lapis, yakni kuning-coklat-kuning.
7. Brem Rumah Joglo

Diteruskan oleh generasi kelima, Brem Rumah Joglo ini tetap memiliki rasa khas yang tidak pernah berubah. Makanan khas Madiun, Jawa Tengah, ini kini memiliki beragam varian rasa dan hanya dijual di beberapa toko oleh-oleh yang memang sudah bekerjasama. Meski sedikit berselisih harga bila dijual di toko oleh-oleh tersebut, tapi pemilik Brem Rumah Joglo, Bapak Yahya dan Ibu Budiati ini menjamin keaslian rasa tetap terjaga.

Indonesia, memang memiliki keanekaragaman yang khas. Setelah tahu oleh-oleh lezat khas dari berbagai kota di atas, semakin tertarikkah kamu menjelajah kota-kota di Indonesia? Selamat jalan-jalan dan membawa oleh-oleh tersebut untuk dibawa pulang, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top