Travel

Pesawat Kargo Terpaksa Mendarat Akibat Kentut Kambing

Portal Berita

Berita unik datang dari dunia penerbangan. Sebuah pesawat, seperti dijelaskan Aviation Herald, terpaksa melakukan pendaratan darurat karena kentut kawanan kambing yang berada di kargo pesawat.

Cerita bermula ketika pesawat Singapore Airlines, 26 Oktober 2015, dalam perjalanan dari Sydney menuju Kuala Lumpur dengan muatan lebih dari 2.000 hewan. Di tengah perjalanan, empat anggota awak pesawat kargo Boeing 747-400 tersebut menerima indikasi adanya asap di sebuah bagian kargo. Mereka pun akhirnya tak mau ambil resiko dan terpaksa mendarat lebih awal.

Pesawat mendarat darurat di Denpasar, Bali, dan para awak pun lalu memeriksa masalah di sana. Ketika mereka memeriksa masalah tersebut, 45 menit kemudian, tak ada asap ditemukan. Mereka kemudian mengindikasi dan mengiidentifikasi bahwa asap tersebut merupakan gas dan kotoran yang dihasilkan oleh kambing.

Dua jam setengah mendarat di Bali, pesawat pun kembali lepas landas menuju ke destinasi tujuan awal, Kuala Lumpur.

(Sumber: MIrror)

Menanggapi hal tersebut, dikutip dari Mirror, juru bicara Singapore Airlines berkata, “Pada tanggal 26 Oktober, 2015, Singapore Airlines Cargo Boeing 747 mengangkut berton-ton kambing, dengan rute Adelaide ke Kuala Lumpur, mendarat darurat di Bali setelah kru menerima peringatan dari sistem alarm kebakaran onboard pesawat.”

“Pesawat mendarat di jam 5 sore waktu setempat dan setelah pemeriksaan, tidak ada bukti api atau asap ditemukan.”

“Pesawat itu bersertifikat dan berangkat lagi pada pukul 20.20 waktu setempat.”

Mengenai klaim bahwa perut kembung hewan telah menyebabkan pendaratan, SIA mengatakan: “Hal ini tidak bisa dikonfirmasi.”

Situs Merck Veterinary Manual menulis bahwa perut kembung adalah masalah umum pada sapi atau kambing. Hal tersebut muncul disebabkan oleh stres. Penggembungan bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak pada hewan.

Merk Veterinary Manual mengindikasi bahwa penyebab lain kembungnya kambing-kambing tersebut disebabkan pakan yang tak baik. Menurut mereka, rumput yang dewasa cenderung menyebabkan gembung dari pada rumput yang belum matang atau berkembang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top