Travel

Nikmati Pengalaman Ritual Minum Teh Ala Jepang Secara Tradisional

Minum Teh Ala Jepang Secara Tradisional

Ritual minum teh ala Jepang yang dikenal dengan sebutan sado dalam bahasa Jepang merupakan salah satu budaya tradisional yang paling terkenal di Jepang dan jika kamu berkesempatan mengunjungi Jepang jangan lewatkan pengalaman menarik ini karena di Jepang, minum teh pun dijadikan ritual budaya yang diturunkan secara turun menurun.

Memulai Ritual Minum Teh

Ritual minum teh di Jepang biasanya dilakukan dalam sebuah kelompok kecil terdiri dari 4-5 orang. Jadi jangan datang terlambat dan sebaiknya datanglah lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan. Jangan takut bingung harus ngapain saat datang lebih awal karena disediakan tempat khusus untuk menunggu. Sambil menunggu kamu akan disuguhi secangkir teh kombu panas atau teh barley panggang sambil menunggu tamu lain datang.

Ritual Pembersihan

Seperti pelaksanaan ritual sakral lainnya, ritual minum teh ala Jepang juga dimulai dengan ritual pembersihan diri. Para tamu akan diarahkan ke tsukubai yang artinya adalah wadah batu tempat kamu harus membersihkan diri secara simbolis yaitu dengan mencuci tangan, kaki dan kumur-kumur. Setelah melakukan ritual ini para tamu akan diarahkan ke ritual utama di Tea House (Rumah Teh) dimana ritual akan dilaksanakan.

Memasuki Tea House

Memasuki ruang minum teh kamu harus membuka alas kaki, jadi pastikan ya kaos kakimu tidak bolong ataupun berbau. Yang unik dari ruang minum teh ini adalah pintunya sengaja dibuat kecil sehingga kamu harus menunduk/membungkuk ketika masuk ke dalam ruangan. Postur tubuh menunduk/membungkuk tersebut ternyata merupakan simbol penghormatan kepada si penerima tamu yang nantinya akan melayani kamu selama ritual minum teh. Duduklah dengan posisi seiza atau duduk bertempu pada tumitmu di atas lantai yang berlapis tatami atau tikar jerami khas Jepang. Setelah semua tamu duduk maka si penerima tamu akan masuk dan memulai ritual minum teh yang sangat terkenal ini.

Proses Menyiapkan Teh

Ritual minum teh dimulai dengan si penerima tamu membersihkan peralatan minum teh dengan sangat anggun. Setelah itu proses menyiapkan tehpun dimulai yang biasanya dimulai dengan menyendok kurang lebih tiga sendok bubuk teh hijau ke dalam mangkuk teh dan kemudian air panas dituangkan.

Cara Minum Teh

Si penerima tamu akan menyodorkan mangkuk untuk minum teh kepada tamu utama kemudian diikuti oleh tamu kedua. Ketika giliranmu tiba, terima mangkuk teh yang diberikan padamu, membungkuk sedikit ke arah si penerima tamu sebagai ucapan terima kasih kemudian angkat mangkuk sebagai simbol penghormatan, jangan lupa untuk mengagumi mangkuk teh sebelum diputar untuk menghindari meminum teh dari depan dan mulailah mencicipi teh sedikit stelah itu pujilah rasa teh kepada si penerima tamu. Satu hal yang tidak boleh dilupakan setelah mencicipi teh dari mangkuk teh adalah mengelap bibir gelas dengan bersih sebelum kamu menyerahkan mangkuk teh tersebut kepada tamu berikutnya. Prosedur ini akan dilakukan terus menerus secara berulang sampai semua tamu di ruangan mencicipi teh tersebut dari mangkuk teh yang sama.

Akhir dari Ritual

Setelah ritual utama, kamu akan diberikan mangkuk teh masing-masing untuk menikmati teh dengan lebih santai. Pada sesi ini kamu bisa menikmati teh sambil berbincang-bincang dengan tamu lain. Setelah semua tamu selesai meminum teh, si penerima tamu akan mengumpulkan semua peralatan minum teh dan kembali membersihkannya di depan para tamu. Setelah selesai, para tamu perlu untuk kembali melihat-lihat peralatan minum teh yang sudah bersih sebagai ungkapan penghormatan karena telah melayani mereka selama ritual minum teh. Setelah selesai, si penerima tamu akan mengumpulkan peralatan minum teh dan meninggalkan ruangan. Itu juga merupakan tanda berakhirnya ritual minum teh ala Jepang ini.

Jangan berharap ritual minum teh ini kamu akan bisa dengan nyaman memesan teh yang kamu suka dengan porsi yang kamu inginkan karena kunci dari ritual ini adalah proses minum teh secara tradisional yang sudah menjadi budaya masyarakat Jepang secara turun temurun.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top