Travel

Selain Teh Poci, Berikut Beberapa Kuliner Tegal Wajib Coba

Nikmati Pengalaman Ritual Minum Teh Ala Jepang Secara Tradisional

Siapa yang tidak tahu rasa klasik teh poci? Disebut teh poci sebab teh yang akan diminum diseduh lebih dulu di dalam poci, sebuah teko yang terbuat dari tanah liat. Selain daun teh hitam yang memang lezat dengan aroma melati, rasa khas teh yang berbaur dengan aroma tanah liat dari poci juga tidak bisa tergantikan.

Menyeruput nikmat dan klasiknya teh poci tidak bisa sembarangan. Ada budaya meminum teh poci di Tegal yang membuat teh tersebut begitu tersohor dan sayang untuk dilewatkan. Moci Wasgitel, begitu nama budaya itu disebut. Moci berarti ‘meminum poci’ dan wasgitel berarti wangi, panas, legi (manis) dan kentel (kental).

Ya, seperti namanya, moci wasgitel berarti bisa membuat siapapun pelaku budayanya merasakan keistimewaan rasa teh poci lewat sebuah tata cara. Pertama, teh poci diseduh dalam poci dan didiamkan hingga menghasilkan tingkat kekentalan yang diinginkan. Lalu teh poci dituang dalam cangkir tanah liat berisi potongan gula batu.

Paling penting, teh dalam cangkir tersebut tidak boleh diaduk. Sengaja gula batunya dibiarkan mengendap di dasar cangkir dan meleleh dengan sendirinya. Rasanya? Bila gula batu belum meleleh berarti kita akan menemukan rasa sepat nikmat. Jika gula batu sudah meleleh setelah beberapa kali cangkir tanah liat liat diisi ulang, jangan ditanya, rasanya nikmat dan spesial, tidak tergantikan.

Nah, sesudah membuktikan sendiri keistimewaan rasa teh poci, ada juga beberapa kuliner Tegal yang wajib kamu coba bila berkunjung ke sana. Apa saja? Berikut rangkumannya.

1. Tahu Pletok

Berbeda dengan tahu sumedang dan tahu pong, Tegal pun punya variasi tahu sendiri, yakni tahu aci, tahu yang dibuat dari bahan tahu dan aci atau tepung tapioka.

Diwujudkan dalam bentuk camilan, tahu pletok adalah camilan paling populer yang terbuat dari tahu aci. Tahu pletok adalah tahu berbentuk segitiga yang berisi adonan aci berbumbu di dalamnya. Renyah, seolah menimbulkan bunyi ‘pletok’ di dalam mulut ketika melahapnya.

2. Kupat Sambel Tahu Lengko

Ya, lengko yang dimaksud memang tidak jauh berbeda dengan Nasi Lengko yang banyak ditemui di Brebes dan Cirebon. Spesialnya, Nasi Lengko di Tegal memiliki inovasi sendiri. Nasi yang menjadi komponen utama dalam Nasi Lengko diganti dengan Kupat (ketupat) yang memiliki tekstur lebih padat, kenyal dan halus dibanding nasi.

Sambalnya nikmat, beberapa pedagang di Tegal membuat aroma kupat lengko lebih khas dan menggoda dengan dibungkus daun pisang atau daun jati. Maknyus untuk sarapan.

3. Olos

‘Kenikmatan Tegal’ ini wajib dicoba bagi yang doyan camilan. Olos terbuat dari tepung aci yang dibentuk bulat-bulat dan digoreng hingga renyah. Sekilas mirip dengan cimol khas Bandung, tapi olos berbeda dengan adanya kol, bawang, wortel dan tauge sebagai isian di dalamnya.

Nama olos sendiri berasal dari kata ‘oles’ yang berarti risoles. Hal ini karena isian olos menerupai risoles. Bedanya dengan risoles yang menggunakan tepung sebagai kulit dan dibentuk berdasarkan lipatan, olos yang bulat lebih renyah dengan tepung kanji sebagai bahan utamanya.

4. Sableng

Sableng di sini bukan berarti ‘gila’ ya, teman-teman. Hihi. Sableng adalah singkatan dari Sate Blengong, yakni satai yang menggunakan daging blengong, hewan hasil persilangan antara bebek dan entok, yang dipanggang dengan bumbu khas. Dagingnya tebal, empuk dan gurih. Semakin nikmat ditaburi bawang goreng renyah dan kerupuk udang. Selamat menikmati kelezatan kuliner Tegal!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top