Travel

Tantangan Saat Melakukan Traveling Seorang Diri

Jika menyebut atau bahkan hanya dengan membatin satu kata ajaib  : Traveling, maka reaksi kebanyakan dari kita adalah luar biasa. Seolah ide itu adalah jawaban terbaik dari segala tanya dan masalah. Yang terbayang dalam benak kita kemudian adalah mengunjungi tempat yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, mengalami petualangan baru, mempelajari budaya yang berbeda, bertemu teman-teman baru dan bahkan mungkin jatuh cinta! Segalanya serba menyenangkan!

Ya, segala hal yang terkait dengan traveling memang menyenangkan, bahkan dari saat kita menyiapkannya saja merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Namun, sudahkan kita mempertimbangkan segala tantangan yang menyertainya terutama jika kita harus menjadi solo traveler? Traveling memerlukan persiapan matang selain juga keberanian, karena itu sebelum kita menyusun itinerary perjalanan kita,  atau sebelum kita benar-benar berangkat, terutama bagi kita yang baru pertama kali akan memulai pengalaman sebagai  solo traveler atau seseorang yang melakukan perjalanan seorang diri, inilah beberapa tantangan yang dapat kita temui dalam perjalanan kita

KETIDAK PASTIAN

Yang harus kita pertimbangkan dan bisa jadi agak mengkhawatikan adalah soal yang satu ini. Mungkin saja kita sudah rapi mengatur itinerary atau daftar perjalanan, mempelajari banyak hal tentang tempat yang akan kita tuju, memastikan tiket perjalanan dan penginapan sudah siap dan rapi, namun kita harus siap akan segala kemungkinan. Bisa jadi tiba-tiba penerbangan kita ditunda atau tidak sesuai jadwal, penginapan yang kita sewa sedang direnovasi, jalan menuju lokasi penginapan atau tempat tujuan wisata yang ternyata rusak atau lebih jauh dari yang dibayangkan, jadwal bis atau kereta disana yang ternyata kurang rapi, cuaca yang ternyata lebih dingin atau lebih panas dari yang dibayangkan dan lain sebagainya.

PERASAAN CEMAS

Perasaan seperti ini bukan saja bisa dialami oleh seorang yang belum pernah traveling dan baru akan memulai, apalagi saat pergi senidiran, namun juga kita yang sudah sering melakukannya. Meninggalkan rumah, orang-orang terdekat dan meninggalkan kenyamanan yang biasa kita hadapi sehari-hari membutuhkan keberanian dan niat. Kadang kita merasa home sick bahkan pada saat kaki kita belum menginjak lantai pesawat, kereta atau bis. Namun biasanya perasaan seperti ini akan cepat berlalu dan akan digantikan semangat, kegairahan dan excitement yang tinggi.

KESENDIRIAN

Perasaan ini bisa menimpa seorang solo traveler atau orang yang melakukan perjalanan seorang diri. Menikmati perjalanan seorang diri memang asyik. Tidak perlu ada selisih pendapat mengenai berbagai hal dan tidak perlu saling tunggu sesama rekan satu perjalanan. Namun tak ayal, rasa sepi bisa saja hinggap. Bepergian seorang diri memang membuat kita merasa bebas lepas, namun terkadang muncul rasa seolah seluruh dunia berpaling dari kita. Solusi untuk permasalahan ini adalah kita bisa bergabung dengan sebuah travel group atau mencari teman-teman baru di sepanjang perjalanan sehingga kita merasa tetap merasa ditemani

KEKECEWAAN

Terkadang ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Ketinggalan pesawat, berjalan di tengah hujan badai saat lupa membawa mantel atau payung, penginapan yang kita tempati sedang kerepotan melayani pelanggan saat high season sehingga pelayanannya kurang maksimal dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini bisa dibilang menguji kesabaran kita, mengingat berjalan-jalan juga membuat kita lelah.

BIAYA YANG HARUS DIKELUARKAN

Biaya yang harus dikeluarkan memang seringkali lebih tinggi dari yang sudah kita rencanakan. Selalu saja ada hal yang membuat pengeluaran kita membengkak. Bagi kita yang melakukan perjalanan seorang diri, biaya yang dikeluarkan juga terasa lebih berat karena semua harus kita tanggung sendiri, sementara jika bersama teman kita dapat membagi pengeluaran, seperti  misalnya untuk biaya hotel atau makan. Kebanyakan agen perjalanan juga menetapkan harga yang lebih tinggi jika kita sendirian.

MENGAMBIL FOTO

Untuk kita yang melakukan perjalanan seorang diri, akan lebih sulit bagi kita untuk mengambil foto dengan baik setiap saat. Bisa jadi kita memang membawa tongsis atau selfie stick namun mengambil foto dengan tongsis seringkali melelahkan dan kebanyakan gaya kita akan sama pada setiap foto sehingga membosankan. Bisa saja kita meminta tolong orang di tempat itu untuk membantu mengambil foto kita, namun dengan resiko kamera kita dibawa kabur oleh orang tersebut. Untuk hal seperti ini salah satu jalan keluarnya adalah menggunakan timer saat mengambil foto.

REAKSI ORANG LAIN

Tanggapan orang terdekat kita mungkin merupakan tantangan berat buat kita yang memutuskan untuk traveling sendirian. Keluarga dan sahabat kita memang bermaksud baik tatkala membombardir kita dengan pertanyaan seputar mengapa kita memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri, namun menanggapi sikap mereka sekaligus memberikan jawaban yang memuaskan untuk mereka. Bisa saja mereka berkali-kali mengingatkan kita mengenai bahaya orang yang melakukan perjalanan seorang diri. Bukan hanya itu, kita juga harus menghadapi reaksi orang lain yang kita temui selama perjalanan.

MAKAN SEORANG DIRI

Menikmati sarapan atau makan siang saat kita melakukan perjalanan seorang diri tidak mengapa, tetapi menikmati makan malam seorang diri bisa jadi terasa lebih tidak enak. Saat kita makan malam seorang diri sementara di sekitar kita terlihat orang lain makan bersama kawan atau pasangan membuat suasana menjadi tidak nyaman. Kita bisa saja seolah tak ambil pusing, namun hal itu tidaklah mudah

Untuk menyiasatinya, mungkin sebaiknya kita makan malam di dalam kamar hotel saja, atau kita pilih tempat makan yang tidak formil sehingga akan asyik-asyik saja jika kita harus menikmati makan malam seorang diri.

TERSESAT

Mengalami getting lost disaat kita menikmati perjalanan bersama sahabat dan orang terdekat memang merupakan pengalaman menarik dan bisa menjadi kisah lucu, namun cenderung lebih berat dan menakutkan jika kita harus mengalaminya seorang diri. Sebaiknya gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk mengantisipasi kejadian seperti ini sehingga kita lebih siap untuk berjalan kaki lebih jauh karena kita tersesat. Manfaatkan google maps untuk kondisi seperti ini. Google maps dapat kita akses melalui GPS, sehingga kita tidak perlu khawatir mengenai koneksi internet yang tidak selalu dapat kita tangkap.

BANTUAN ORANG LAIN

Kita harus yakin bahwa jika ada orang jahat di dunia ini, maka akan ada pula orang baik yang jumlahnya sama banyak. Meski melakukan perjalanan sendiri dan merasa yakin dapat melakukan segalanya seorang diri, ada saatnya kita akan membutuhkan bantuan seseorang. Misalnya saja saat harus menurunkan koper yang berat dari kompartemen di bagian atas pada kabin pesawat, atau menjaga koper-koper kita saat harus ke toilet dan lain sebagainya. Jadi, jika kita yakin kita baik-baik saja, maka pasti ada saja orang baik yang akan membantu kita. Sebaiknya kita juga melakukan hal yang sama jika ada orang yang memerlukan bantuan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top