Travel

Tempat Angker di Indonesia, Bakal Buat Kamu Merinding !

Tempat Angker di Indonesia

Tempat angker biasanya dihindari, namun di belahan Indonesia kita ini ada suatu tempat angker yang mau tak mau saat melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Ada juga sebuah goa yang meskipun fenomena alamnya indah, namun ternyata memiliki cerita mistis di dalamnya. Bagi pecinta hiking, pun ada batasan yang tidak boleh dilalui saat mendaki Gunung Salak dan Gunung Halimun. Berikut tempat-tempat angker tersebut.

Alas Roban
Alas Roban Angker

Jalur Alas Roban

Penampakan nenek-nenek yang berjalan sendirian di tengah hutan sampai penampakan orang yang tiba-tiba menyeberang jalan di malam hari kerap terlihat di hutan menyeramkan di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini.

Suasana jalan raya yang membelah hutan tersebut memang terasa menyeramkan saat malam hari. Banyak kejadian mistis diceritakan orang-orang yang melewati jalur ini. Bahkan ada saksi bercerita kalau bus yang ditumpangi rombongannya tiba-tiba dilempar batu berukuran besar. Anehnya, batu besar ini berhasil masuk ke dalam bus, tetapi kacanya tidak pecah. Ada juga monyet-monyet misterius yang menyeberang atau berjalan di tengah hutan pada malam hari. Kabarnya hal ini disebabkan kawasan hutan jati di sekitar Alas Roban dulunya dipercaya sebagai tempat pembuangan mayat-mayat pembunuhan tahun 1980-an. Makanya banyak arwah gentayangan yang masih suka “bermain” di sana.


Gunung Halimun

Misteri segitiga Bogor yang meliputi Gunung Halimun, Gunung Salak dan Gunung Gede sudah terkenal menyimpan cerita mistis. Di antara tiga gunung itu, Gunung Halimun dianggap paling angker, karena kabarnya terdapat benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang tidak kasat mata. “Benteng-benteng siluman” itu melindungi wilayah sekitar Gunung Halimun, dengan pusat kerajaan di Gunung Salak. Cerita misterius ini bermula dengan latar belakang sejarah kehancuran Kerajaan Siliwangi setelah diserang Kesultanan Banten pada 1620. Pasukan yang tersisa dari Laskar Perang Bubat melarikan diri ke Gunung Salak, sementara sisa-sisa dari punggawa Siliwangi yang diserang Banten lari ke Gunung Halimun. Sejak itulah kedua tempat ini disakralkan.

Konon, tidak boleh ada yang melintas di atas Gunung Halimun dan Gunung Salak. Bahkan burung pun akan mati kalau melintas satu titik yang sakral di antara segitiga misterius itu. Makanya tempat ini sering disamakan dengan Segitiga Bermuda dan Segitiga Formosa di mana pesawat bisa tiba-tiba menghilang.


Alas Purwo

alas purwo tempat angker

Kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang terletak di daerah Banyuwangi, Jawa Timur sebenarnya termasuk tujuan wisata yang menarik karena hutannya masih sangat alami dan menyimpan beragam spesies flora-fauna. Tapi di balik keasrian Alas Purwo, masyarakat setempat juga sangat mempercayai kemistisannya. Kabarnya terdapat kerajaan jin di sekitar hamparan pegunungan, hutan, goa dan pantai yang jadi satu di sana. Bahkan penduduk setempat meyakini, Alas Purwo adalah tempat berkumpulnya seluruh jin yang ada di Pulau Jawa. Mitos itu diperkuat dengan seringnya warga sekitar melihat penampakan mahluk halus dan siluman.

Hampir setiap tahun, ratusan umat Hindu dari Bali dan Banyuwangi berkunjung ke sebuah pura yang terletak di tengah Alas Purwo untuk berdoa. Bahkan saat tanggal 1 Suro atau tahun baru masyarakat Jawa, banyak warga yang berkunjung datang ke Alas Purwo untuk bersemedi, mencari wangsit, atau aktifitas spiritual lainnya, tidak terkecuali pada malam bulan purnama. Di sana ada lebih dari 30 goa yang digunakan untuk bertapa. Maka tidak heran, bila kamu mengunjungi Alas Purwo ini, kamu akan menemukan banyak sesajen.


Goa Jepang Lembang

Goa yang aslinya memiliki fenomena alam yang sangat indah ini terletak di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Taman Hutan Raya Ir. Juanda. Tempat ini cukup bersejarah karena pernah digunakan sebagai pertahanan para tentara Jepang saat menjajah Indonesia. Sejarah jugalah yang melatarbelakangi Tempat angker , karena selain dijadikan bungker pertahanan goa ini juga dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan tawanan tentara Jepang, serta para Romousha–pekerja paksa. Mitos yang cukup aneh, yaitu kita tidak boleh mengucap “LADA” bila berada di sana. Beberapa orang menyebut hal itu berkaitan dengan nama leluhur yang sangat disakralkan. Saksi mata yang pernah mengalami saat kata “Lada” diucapkan berkata kalau suasana mendadak berubah menjadi mencekam. Suara ringkik dan derap kuda, serta suara seram lainnya muncul berbarengan dari segala penjuru goa. Si pengucap “lada” juga pingsan seketika, lalu kesurupan. Selain itu, rintihan tangisan dan teriakan misterius yang dianggap arwah para Romusha juga sering terdengar di sana.

Selain itu ada tempat paling seram di bali, masih berani traveling kesana? Lets go….!!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

To Top
We use cookies to offer you a better browsing experience. If you continue to use this site, you consent to our use of cookies.
We use cookies to offer you a better browsing experience. If you continue to use this site, you consent to our use of cookies.