Travel

Wisata ke Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang

hutan bunuh diri

Bermula dari sebuah sejarah tentang hutan Aokigahara itu sendiri, di mana dahulunya di dalam hutan ini sering dilakukan sebuah ritual bernama Ubusute. Ubusute berarti menyepi hingga ajal. Ritual ini dilakukan sejak abad 19. Pada tahun 1960 rumor tentang Hutan Bunuh Diri pun semakin terbumbui dengan terbitnya sebuah novel Koroi Jukai, karya penulis Jepang, Seicho Matsumoto. Dalam Koroi Jukai diceritakan tentang sepasang kekasih yang bunuh diri di Aokigahara demi cinta mereka. Jadilah, beberapa tahun berikutnya hutan ini benar-benar dijadikan lokasi bunuh diri paling populer di Jepang.

Adalah pada tahun 1998, ditemukan sekitar 73 mayat yang mati bunuh diri baik dengan cara gantung diri ataupun dengan cara lainnya. Jumlah kasus bunuh diri meningkat pada tahun 2002, yakni 78 kasus. Terus meningkat hingga mencapai 100 kasus di tahun 2003, dan sejak tahun itulah pemerintah menyembunyikan jumlah angka kematian selanjutnya dari konsumsi publik.

Namun, dibalik kesan angkernya, Aokigahara tetap menarik dijadikan tempat wisata. Hutan yang terletak di kaki Gunung Fuji, Jepang, itu memiliki spot-spot menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya ada Fugaku Wind Cave.

Wisata ke Gua Es, Fugaku Wind Cave

Terletak di dalam hutan Aokigahara seluas 32 kilometer persegi, pengunjung tidak diperkenankan berwisata sendirian. Di Yamanashi, tersedia jasa pemandu wisata ke hutan tersebut. Ragam paket wisata tersedia. Paket menyusuri gua atau caving, memerlukan kocek sebesar 5.400 Yen atau sekitar Rp. 550.000-, di mana nantinya kita akan mendapat seorang pemandu wisata profesional dan sebuah baju khusus yang memang dibutuhkan untuk keperluan caving.

Perjalanan dimulai. Dari Yamanashi memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Aokigahara. Sepanjang perjalanan, kiri-kanan jalan akan dipenuhi oleh pepohonan lebat. Hutan Aokigahara memang disebut-sebut sebagai Jukai, atau Sea of Trees alias Lautan pohon.

Aokigahara Jepang

Jalan utama untuk masuk ke Aokigahara

Meski menyerupai lautan, tetapi sebenarnya hanya tiga pohon utama di Aokigahara ini.Yakni, pohon Mapple, Pinus dan Cheddar. Hewan liar yang hidup di sini, kebanyakan adalah rusa, babi hutan, rubah hingga beruang hitam. Berbahaya, memang.


Tetapi, hutan yang terbentuk 1200 tahun yang lalu akibat lava erupsi Gunung Fuji ini pun memiliki sesuatu yang ‘manis’. Adalah sebuah jamur bernama Mannatake, konon, bila dalam perjalanan menuju gua kamu menemukan jamur ini, maka kamu akan beruntung.

Jamur mannake

Jamur Mannake atau Jamur Ling Zhi, dipercaya membawa keberuntungan


Inilah Fugaku Wind Cave. Baru sampai di mulut gua, suhu sekitar bahkan menurun drastis. Mendadak dingin. Gua yang menganga di permukaan tanah ini, seluruh bagiannya terbentuk lava Gunung Fuji yang membeku.

Fugaku Wind Cave

Fugaku Wind Cave

Pemandu wisata akan sangat memperingatkan agar hati-hati saat berjalan mundur menuruni gua. Kepala jangan sampai terantuk langit-langit gua. Kaki harus waspada saat menapak, karena di beberapa titik lantainya membeku dan itu membuat licin.

Meski namanya Wind Cave, tapi tidak ada lubang angin sama sekali di dalam gua ini. Suhunya stabil sepanjang tahun, antara 0 hingga -2 derajat celcius. Lantaran suhu stabil itulah, dulu warga setempat menjadikan gua ini sebagai kulkas. Terbukti dengan adanya ceruk-ceruk di dinding gua yang digunakan untuk menyimpan makanan, bahkan menaruh kepompong ulat sutra untuk kemudian nanti dipintal menjadi benang.

Masuk ke kedalaman 200 meter, langkah para pengunjung harus terhenti. Tidak dieprkenankan masuk lebih jauh lagi–sekitar 100 meter lagi, bila bukan seorang profesional. Namun, di titik 200 meter itulah, keindahan terpampang. Stalaktit gua membeku, lantaran suhu di dalam sini sekitar -2 derajat celsius. Mereka, membentuk pemandangan indah menyerupai crystal room.

Stalaktit yang membeku di suhu -2 derajat celcius, membuat ruang gua nampak seperti crystal room

Stalaktit yang membeku di suhu -2 derajat celcius, membuat ruang gua nampak seperti crystal room

Selesai menjelajah keindahan tersembunyi di Hutan Aokigahara, pengunjung diharapkan dapat mengubah persepsi mereka. Kesan angker menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Perfektur Yamanashi agar para wisatawan tidak terjebak dengan cerita yang sama. Aokigahara, semoga dapat terjaga dengan baik kecantikan, udara segar dan kesejukannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top