Travel

Wisata Seks Thailand Akan Ditutup Menteri Pariwisata

Wisata Seks Thailand Akan Ditutup Menteri Pariwisata

Thailand yang sudah banyak dikenal dengan wisata seks. Wisatawan mancanegara kian meningkat hanya untuk menikmati wisata esek-esek yang sudah dikenal diseluruh dunia.

Kobkarn Wattanavrangkul, selaku menteri pariwisata Thailand rencananya akan menghapus mindset masyarakat dunia dengan wisata esek-esek tersebut, dengan cara melenyapkan wisata esek-esek yang telah menjadi industri di Thailand. Bangkok dan sekitarnya akan dihapuskan dari rumah-rumah bordil yang saat ini dikenal dengan wisata esek-esek di negara tersebut.

Kendati demikian, para pekerja dunia hiburan tersebut ragu akan rencana menteri pariwisata Kobkarn Wattanavrangkul, kenapa? sebab industri seks komersial tersebut telah membantu ekonomi Thailand.

Pada dasarnya Prostitusi di Thailand adalah Ilegal. Tapi, Kepolisian atau aparat terkait menutup mata akan keberadaan Industri prostitusi di Thailand seperti di tempat panti pijat, Bar, Kawasan pantai, dan rumah-rumah bordil yang tersebar di Thailand.

Kobkarn Wattanavrangkul tidak setuju bahwa Industri Seks sebagai daya tarik wisatawan di Thailand. Dirinya menginginkan Thailand menjadi destinasi wisata yang berkualitas.

Kobkarn Wattanavrangkul mengatakan bahwa, ”Kami ingin industri seks hilang di Thailand. Wisatawan tidak datang ke Thailand hanya untuk hal seperti itu. Mereka datang ke sini untuk budaya kita yang indah.”Selain itu menurut para ahli ragu akan rencana tersebut menghilangkan Industri Seks di Thailand. Keraguan disebabkan sudah mendarah daging dan mengakar yang menjadikan industri tersebut menjadi pemasukan yang melimpah bagi para pejabat dan kepolisian.Keraguan itu salah satunya disampaikan oleh Panomporn Utaisri, Direktur dari NightLight, sebuah kelompok non-profit yang membantu perempuan yang bekerja di industri seks untuk mencari alternatif pekerjaan. ”Tidak ada menyangkal industri ini menghasilkan banyak pendapatan,” ujar Panomporn.

Baru baru ini polisi Thailand menggrebek puluhan rumah bordil dikota-kota besar Thailand yang diklaim operasi tersebut adalah operasi rutin pihak kepolisian. Polisi mengatakan operasi tersebut untuk merazia pihak yang mempekerjakan anak dibawah umur dan buruh imigran ilegal.

Pihaknya menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan tidak ada hubungan dengan rencana menteri pariwisata dalam rencana penghapusan wisata seks di Thailand.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top