Wisata

5 Fakta Kereta Gantung Gunung Rinjani yang Kini Jadi Polemik

gunung rinjani

Rencana pembangunan kereta gantung yang membentangi Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah memasuki tahap realisasi. Pembangunan proyek ini disebut telah menghimpun dana ratusan miliar rupiah dari berbagai investor luar negeri.

Meski terbilang cukup ambisius dan mendapat dukungan para investor besar, proyek kereta gantung di Gunung Rinjani ini memantik polemik. Pasalnya, keaslian alam di Gunung Rinjani dinilai bisa terancam. Bahkan, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendesak Gubernur NTB untuk menghentikan proyek ini. Melansir dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta tentang megaproyek tersebut.

1. Disebut akan membentang 10 km

Megaproyek kereta gantung ini akan membentang di atas Gunung Rinjani. Lewat kereta gantung tersebut, wisatawan dapat menikmati panorama alam dan pesona Rinjani dari atas.

Tidak tanggung-tanggung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, H Madani Maukrom mengatakan bahwa kereta gantung itu bakal membentang sepanjang 10 km.

Lihat Juga: Pulau Lombok Dengan Tempat Wisata Lombok Yang Populer

2. Kumpulkan investasi hingga ratusan miliar

Pihak pengelola melalui Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu Provinsi optimis bakal lolos AMDAL dan segera memulai pembangunan. Muhammad Roem yang merupakan kepala dinas tersebut mengungkapkan dana yang dibutuhkan yaitu Rp600 miliar. Dana pembangunan tersebut bakal mendapat suntikan dari para investor asal Tiongkok.

3. Diklaim menyerap banyak tenaga kerja

Megaproyek yang menggandeng investor asal Tiongkok lewat PT Indonesia Lombok Resort ini juga dinilai dapat menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga, pihak pengelola yakin bahwa perizinan hingga pengerjaan bakal berjalan lancar.

4. Dituding eksploitatif dan merusak lingkungan

Meski pengelola optimis bakal lolos AMDAL, namun sejumlah pihak menilai pembangunan kereta gantung Gunung Rinjani harus dikaji lebih dalam. Terutama soal ekologis. Sebab, pihak Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menganggap pembangunan ini dilakukan di kawasan yang dilindungi UNESCO.

Lihat Juga: Petualang Sejati? Coba Baca Ini 

Bukan itu saja, menurut Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTB, Murdani menyebut, proyek kereta gantung itu tak disertai dengan desain pembangunan (tata ruang). Ia juga mengatakan tak ada koordinasi dengan LHK, TNGR atau WALHI selaku pemerhati lingkungan di daerah tersebut.

5. Desak Gubernur NTB hentikan proyek

Karena berpotensi merusak lingkungan dan mengabaikan desain tata ruang dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait kajian lingkungan, WALHI mendesak Gubernur NTB untuk menyetop proyek kereta gantung Gunung Rinjani.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top