Wisata

Kenang Peristiwa G30S/PKI, Ini 5 Tempat yang Bisa Dikunjungi

5 Tempat untuk Kenang Peristiwa G30S/PKI

Jumat (30/9/2022), sejumlah masyarakat Indonesia kembali mengenang peristiwa G30S/PKI. Bersamaan dengan itu, beberapa tempat pun disebut-sebut sebagai saksi bisu atas peristiwa kelam tersebut. Beberapa di antaranya telah diubah sebagai tempat wisata edukasi berupa museum. Sementara, di beberapa lokasi lainnya didirikan museum untuk mengenang korban peristiwa G30S/PKI.

Tempat untuk Mengenang Peristiwa G30S/PKI

Dimana saja tempat untuk mengenang peristiwa G30/SPKI itu? Berikut daftarnya:

1. Monumen Pancasila Sakti

Dikenal juga sebagai Museum Lubang Buaya, tempat ini adalah lokasi ditemukannya jenazah tujuh perwira militer Indonesia yang dimasukkan ke dalam sebuah sumur. Diketahui, sumur tersebut hanya berdiameter 74 cm dan kedalaman 12 meter.

Di tempat ini pengunjung juga bisa menyaksikan diorama yang menggambarkan peristiwa mengerikan ini. Ada pula beberapa benda yang jadi saksi kematian para jenderal seperti senjata dan pakaian.

Lihat Juga: Keturunan PKI Boleh Daftar TNI, Ini Kebijakan Baru dari Panglima TNI

2. Museum Sasmitaloka Ahmad Yani

Museum satu ini berada di Jalan Lembang D58, Menteng, Jakarta Pusat. Di tempat inilah Jenderal Ahmad Yani ditembak oleh Pasukan Tjakrabirawa. Diketahui, dia ditembak hingga tujuh kali menggunakan senapan Thomson. Lantai yang menjadi tempat Jenderal Ahmad Yani jatuh setelah ditambah bahkan dipasangi plakat sebagai pengingat.

3. Museum AH Nasution

Alamatnya terletak di Jalan Teuku Umar No.40, Menteng, Jakarta Pusat. Salah satu tempat untuk mengenang peristiwa G30S/PKI ini adalah lokasi tertangkapnya ajudan Jenderal AH Nasution, yaitu Lettu CZI Pierre Tendean.

Tempat yang kini menjadi museum ini juga menjadi saksi bisu tertembaknya anak Jenderal AH Nasution, Ade Irma Suryani yang saat itu masih berumur lima tahun.

4. Monumen Ade Irma Suryani

Kenangan akan putri bungsu Jenderal AH Nasution juga bisa ditemui di Monumen Ade Irma Suryani. Sebab, di monumen yang berdiri di depan Kantor Pemerintahan kota Administrasi Jakarta Selatan inilah jasad Ade Irma, yang meninggal dunia 6 hari usai tertembak disemayamkan.

Lihat Juga: Biografi Ribka Tjiptaning “Aku Bangga Jadi Anak PKI”

Anda bisa melihat foto-foto mendiang Ade Irma Suryani di badan monument. Kemudian, di batu makam terukir kalimat dari sang ayah yang berbunyi, “Anak saya yang tercinta, saat menjelang gugur sebagai ayahmu.”

5. Lubang Buaya Cemetuk

Melansir dari Radio Republik Indonesia (RRI), Lubang Buaya juga ditemukan di Desa Cemetuk, Cluring, Banyuwangi. Di desa tersebut ditemukan tiga lubang berbentuk persegi yang dahulu dijadikan sebagai tempat pembuangan para korban peristiwa G30S/PKI. Diketahui, lubang paling besar berisi 62 orang, sementara dua lubang kecil masing-masing diisi 10 orang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top