News

Lima Negara Ikut Membantu Indonesia Mengatasi Bencana Kabut Asap

Portal Berita

Untuk mengatasi bencana kabut asap di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dia sudah meminta Singapura, Rusia, Malaysia, dan Jepang untuk membantu memadamkan api yang menyebabkan terjadinya kabut asap. Dikutip dari BBC Indonesia, Presiden Jokowi berkata, “kita kemarin sudah minta bantuan dan dibantu oleh Singapura masih dalam proses, Rusia dan Malaysia, kemudian Jepang. Kita harapkan nanti bisa mempercepat penanganan karena memang menangani kebakaran lahan gambut berbeda dengan menangani kebakaran hutan biasa. Sangat berbeda sekali”.

Sebelumnya, tawaran bantuan dari Singapura untuk mengatasi bencana kabut asap ditolak sebanyak tiga kali oleh Indonesia. Alasan pemerintah Indonesia yaitu disebabkan oleh bantuan yang ditawarkan oleh Singapura tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menilai sikap pemerintah yang awalnya menolak bantuan kemudian sekarang menerima bantuan, dinilai tidak bijaksana. Sikap tersebut dinilai Taufik akan menimbulkan kesan bahwa Pemerintah Indonesia tidak konsisten dan terlalu gengsi untuk menerima bantuan dari negara lain. “Kalo dulu awalnya menolak sekarang menerima kan kesannya kurang bagus di mata publik dalam negeri sama luar negeri. Jadi harus arif dalam mendengarkan,” ujar Taufik kepada redaksi kompas.com.

Seperti yang dilansir dari BBC Indoneisa, saat ini sudah ada lima Negara yang akan membantu Indonesia Mengatasi Kabut Asap. Kelima Negara tersebut di antaranya, Singapura, Malaysia, Cina, Austria, dan Rusia.  Namun hingga saat ini, yang sudah berperan dalam mengirimkan bantuan baru Singapura dan Malaysia.

Pada hari Jumat (9/10), pemerintah Singapura mengirim bantuan berupa air sebanyak 5000 liter yang dibawa melalui helicopter Chinook. Melalui pesawat Hercules C-130, Singapura juga memberangkatkan 42 orang pemadam kebakaran dari Badan Pertahanan Sipil Singapura.

Pemerintah Malaysia sudah mengirimkan permohonan izin terbang untuk membantu Indonesia pada Jumat (9/10) dan Jumat (16/10). Izin terbang tersebut dibuat untuk mengirimkan pesawat Bombardier CL415 pengebom air dan Hercules C-130 yang bisa membawa awak, peralatan pemadaman, serta helikopter kecil yang berfungsi untuk survei dan memandu saat pemboman air dilakukan.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyiapkan dan menempatkan dua pesawat pengebom air, lima helikopter pengebom air, dan Casa 212. Nantinya Indonesia akan bergabung dengan bantuan dari Singapura dan Malaysia untuk memadamkan api yang menyebabkan terjadinya bencana kabut asap.

Dikutip dari kompas.com, Politisi Partai Amanat Nasional yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan juga menghimbau masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi bencana kabut asap. Ia juga menilai bahwa perlu adanya langkah bersama yang bisa bergerak cepat dalam menangani bencana kabut asap ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top